JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.tv
GEDUNG Putih Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah yang berdiri megah di Bumi Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali menjadi saksi heningnya janji kemanusiaan pada Ahad (26/7/2026) pagi.

Di lokasi tersebut, gelaran Pengajian dan Santunan Rutin Yatim Piatu dan Dhuafa kembali ditunaikan sebagai wujud istikomah dalam menebar kebermanfaatan bagi sesama.

Aura kehangatan dan kekhusyukan menyelimuti 125 anak yatim piatu dan dhuafa yang hadir didampingi orang tua atau wali mereka.
Kehadiran para tamu pilihan ini disambut langsung oleh Ketua Umum Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Muhammad Abdul Aziz, bersama jajaran pengurus dan relawan yang berkomitmen penuh mengawal setiap tetes kebaikan.

Rangkaian acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB melalui penziarahan spiritual. Sebanyak 125 anak penerima santunan diajak menziarahi Makam Trah Noto Hamidjojo, leluhur dari Fauzi Ichsan—penyantun utama yang menjadi pondasi sejak yayasan ini berdiri belasan tahun silam.

Di bawah pimpinan Ustaz Ahmad Shodiq dan Pembina Yayasan, Kiai Nadhirin, lantunan tahlil serta doa bergema khusyuk. Memohon keberkahan bagi para penerima manfaat, memuliakan para donatur, sekaligus mengukuhkan niat mulia seluruh pihak.
Momen penziarahan ini menjadi pengingat mendalam bahwa setiap pohon kebaikan berakar dari pengabdian masa lalu dan tumbuh subur lewat doa yang tulus.

Setibanya kembali di Gedung Putih, suasana dihidupkan dengan sesi pengajian. Dalam tausiyahnya yang mencerahkan, Ketua Umum Yayasan Muhammad Abdul Aziz (Ustaz Aziz) menekankan pentingnya istikomah dalam belajar dan berbuat kebaikan, serta memantaskan diri menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang berakhlakul karimah.

“Yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda,” ujarnya.
Ustaz Aziz menegaskan bahwa para ulama, ilmuwan, hingga ahli filsafat dunia sepakat mengenai tujuan utama kehidupan, yakni mewujudkan etika yang mulia (akhlakul karimah).

“Hal ini sejalan dengan misi utama kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagaimana ditegaskan dalam Hadis Riwayat (HR) Bukhari; ‘Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia’,” tuturnya.

Ustaz Aziz turut mengajak seluruh hadirin mendoakan yayasan agar senantiasa konsisten membawa maslahat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu dan dhuafa.
Ditegaskan pula bahwa seluruh usaha besar yayasan selalu berakar pada ketulusan serta semangat berbagi sebagai pondasi spiritual yang kokoh.

Usai tausiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Nadhirin, puncak acara ditutup dengan prosesi penyerahan santunan kepada 125 anak yatim piatu dan dhuafa, termasuk 15 anak binaan baru pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD). Penyaluran berlangsung tertib dan penuh keharuan saat anak-anak berbaris menyambut uluran tangan kasih.
Penyelenggaraan santunan rutin ini bukan sekadar penyerahan bantuan materi, melainkan simbol kepedulian umat dan komitmen yayasan untuk terus menjadi titian kasih—sebuah arus kebaikan yang membasahi hati dan menumbuhkan tunas-tunas harapan di Bumi Jabal.***










