Beranda / NEWS / Usung Etika Mulia, Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Santuni 125 Yatim Dhuafa

Usung Etika Mulia, Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Santuni 125 Yatim Dhuafa

JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.tv

GEDUNG Putih Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah yang berdiri megah di Bumi Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali menjadi saksi heningnya janji kemanusiaan pada Ahad (26/7/2026) pagi.

Suasana Pengajian dan Santunan Rutin di Gedung Putih Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

Di lokasi tersebut, gelaran Pengajian dan Santunan Rutin Yatim Piatu dan Dhuafa kembali ditunaikan sebagai wujud istikomah dalam menebar kebermanfaatan bagi sesama.

Doa dan Tahlil di Makam Trah Noto Hamidjojo, leluhur Fauzi Ichsan, yang dipimpin Ustaz Ahmad Shodiq dan Kiai Nadhirin. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

Aura kehangatan dan kekhusyukan menyelimuti 125 anak yatim piatu dan dhuafa yang hadir didampingi orang tua atau wali mereka.

Kehadiran para tamu pilihan ini disambut langsung oleh Ketua Umum Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Muhammad Abdul Aziz, bersama jajaran pengurus dan relawan yang berkomitmen penuh mengawal setiap tetes kebaikan.

Sekretaris Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Andy Purnomo melayani registrasi dan verifikasi anak binaan baru. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

Rangkaian acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB melalui penziarahan spiritual. Sebanyak 125 anak penerima santunan diajak menziarahi Makam Trah Noto Hamidjojo, leluhur dari Fauzi Ichsan—penyantun utama yang menjadi pondasi sejak yayasan ini berdiri belasan tahun silam.

Kiai Nadhirin memimpin doa bagi Kiai Rokani, pembina Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah yang telah berpulang ke Rahmatullah. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

Di bawah pimpinan Ustaz Ahmad Shodiq dan Pembina Yayasan, Kiai Nadhirin, lantunan tahlil serta doa bergema khusyuk. Memohon keberkahan bagi para penerima manfaat, memuliakan para donatur, sekaligus mengukuhkan niat mulia seluruh pihak.

Momen penziarahan ini menjadi pengingat mendalam bahwa setiap pohon kebaikan berakar dari pengabdian masa lalu dan tumbuh subur lewat doa yang tulus.

Ratusan anak yatim piatu dan dhuafa binaan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan saksama. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

Setibanya kembali di Gedung Putih, suasana dihidupkan dengan sesi pengajian. Dalam tausiyahnya yang mencerahkan, Ketua Umum Yayasan Muhammad Abdul Aziz (Ustaz Aziz) menekankan pentingnya istikomah dalam belajar dan berbuat kebaikan, serta memantaskan diri menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang berakhlakul karimah.

Ketua Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Muhammad Abdul Aziz (Ustaz Aziz) menyampaikan tausiyah tentang keutamaan akhlakul karimah. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

“Yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda,” ujarnya.

Ustaz Aziz menegaskan bahwa para ulama, ilmuwan, hingga ahli filsafat dunia sepakat mengenai tujuan utama kehidupan, yakni mewujudkan etika yang mulia (akhlakul karimah).

Usraz Ahmad Shodiq menunjukkan ketulusan sikap kasih sayang pada salah satu anak binaan. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

“Hal ini sejalan dengan misi utama kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagaimana ditegaskan dalam Hadis Riwayat (HR) Bukhari; ‘Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia’,” tuturnya.

Pembina Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Kiai Nadhirin memimpin doa dan menyampaikan pesan kebaikan kepada seluruh anak binaan dan pendamping . [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

Ustaz Aziz turut mengajak seluruh hadirin mendoakan yayasan agar senantiasa konsisten membawa maslahat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu dan dhuafa.

Ditegaskan pula bahwa seluruh usaha besar yayasan selalu berakar pada ketulusan serta semangat berbagi sebagai pondasi spiritual yang kokoh.

Sekretaris Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Andy Purnomo memberikan arahan bagi orang tua/wali anak binaan baru. [KLIK gambar untuk NONTON VIDEO-nya!]

Usai tausiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Nadhirin, puncak acara ditutup dengan prosesi penyerahan santunan kepada 125 anak yatim piatu dan dhuafa, termasuk 15 anak binaan baru pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD). Penyaluran berlangsung tertib dan penuh keharuan saat anak-anak berbaris menyambut uluran tangan kasih.

Penyelenggaraan santunan rutin ini bukan sekadar penyerahan bantuan materi, melainkan simbol kepedulian umat dan komitmen yayasan untuk terus menjadi titian kasih—sebuah arus kebaikan yang membasahi hati dan menumbuhkan tunas-tunas harapan di Bumi Jabal.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *