SEMARANG, obyektif.tv – Kota Semarang menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Kesiapan tersebut menguat setelah tim Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan survei kelayakan venue pada hari kedua peninjauan di Kota Semarang, belum lama ini.
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kemenag RI, Rizal Ahmad Rangkuty, menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan Kota Semarang memiliki kesiapan teknis dan tata kelola yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan MTQ berskala nasional. Fokus penilaian meliputi penataan ruang, alur registrasi, ruang tunggu peserta, hingga penempatan majelis lomba.
“Tim membahas penataan 24 majelis lomba, dengan sekitar 13 majelis digunakan untuk registrasi awal. Pengaturan ini penting agar proses kedatangan kafilah dari berbagai provinsi berjalan tertib dan lancar,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, kedatangan kafilah dijadwalkan secara bertahap sehingga memerlukan pengelolaan ruang tunggu yang cermat untuk menghindari penumpukan peserta. Oleh karena itu, kesiapan sarana pendukung menjadi salah satu poin utama dalam penilaian.
Terkait lokasi, Rizal menyebutkan bahwa pemanfaatan area terbuka maupun tenda besar dimungkinkan, selama memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan mitigasi cuaca. “Prinsipnya fleksibel, yang terpenting representatif dan memberikan kenyamanan bagi peserta,” katanya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Setda Provinsi Jawa Tengah, Agung Priyono, menilai kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang sangat potensial menjadi pusat registrasi MTQ Nasional. Kedekatannya dengan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani menjadi keunggulan strategis.
“Kafilah dapat langsung menuju PRPP setelah tiba di bandara untuk proses registrasi, sebelum melanjutkan ke hotel. Ini membuat alur kedatangan lebih efisien,” jelasnya.
Selain faktor lokasi, fasilitas pendukung seperti ruang berpendingin udara, pencahayaan, area antrean, layanan konsumsi, serta ruang istirahat sementara juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Unsur arsitektur gedung yang menampilkan kekhasan budaya Jawa dinilai memberi nilai tambah secara visual.
“Nuansa Jawa yang kuat dan fotogenik sangat mendukung kebutuhan dokumentasi dan aktivitas pendukung MTQ,” ujar salah satu anggota tim survei.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang siap menyukseskan MTQ Nasional Tahun 2026. Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah kembali merupakan kehormatan sekaligus momentum bersejarah bagi Kota Semarang.
“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Setelah terakhir menjadi tuan rumah pada tahun 1979, ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, tertib, dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkot Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat demi memastikan MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 dapat terlaksana dengan sukses dan berkesan.
Dalam survei tersebut, tim Kemenag RI juga menyoroti aspek efisiensi biaya dan instalasi. Sejumlah fasilitas gedung yang telah berpengalaman digunakan untuk kegiatan nasional dinilai dapat dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan MTQ.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Kota Semarang optimistis mampu menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 secara tertib, nyaman, representatif, dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta serta masyarakat. ***









