SEMARANG, obyektif.tv – Jawa Tengah mulai memanaskan mesin penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 sebagai pijakan strategis membidik tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Pemerintah Provinsi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, usai bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Selasa (3/3/2026). Dalam pertemuan itu, KONI melaporkan progres teknis Porprov 2026, termasuk rencana pembentukan Panitia Besar (PB) dan penyusunan timeline pelaksanaan.
“Porprov ini akan diikuti 35 kabupaten/kota. Ini ajang kehormatan bagi prestasi olahraga Jawa Tengah. Insyaallah digelar Oktober 2026,” ujar Sujarwanto.
Porprov 2026 akan mempertandingkan 59 cabang olahraga dengan total 830 nomor pertandingan. Ajang tersebut diperkirakan melibatkan 10.528 atlet dan pelatih dari seluruh kabupaten/kota. Venue dipusatkan di kawasan Semarang Raya, dengan beberapa cabang digelar di luar lokasi utama, seperti aeromodeling di Blora dan balap sepeda di Kota Surakarta. Pembukaan direncanakan berlangsung di Kota Semarang, sedangkan penutupan di Kabupaten Kendal.
Selain kesiapan teknis, KONI Jateng juga melaporkan progres sayembara logo dan maskot Porprov 2026. Tiga nominasi telah mendapat persetujuan gubernur dan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 9 Maret 2026.
Tak berhenti pada Porprov, Jawa Tengah juga mulai menggalang dukungan untuk proses bidding tuan rumah PON 2032. Menurut Sujarwanto, dukungan penuh pemerintah provinsi menjadi faktor kunci untuk memenangkan kepercayaan di tingkat nasional.
“PON adalah momentum besar untuk menunjukkan kapasitas Jawa Tengah sekaligus mengangkat citra daerah di level nasional,” tegasnya.
Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Porprov 2026 sekaligus langkah pengajuan tuan rumah PON 2032. Ia menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah menyiapkan seluruh kebutuhan yang dapat difasilitasi pemerintah provinsi.
“Iya, harus bisa. Saya sepakat semua. Saya titip agar atlet-atlet kita dijaga dan dilindungi betul. Koordinasikan dengan Dispora apa yang dibutuhkan,” ujar Ahmad Luthfi.
Kepala Dispora Jateng, Masrofi, menambahkan, Porprov 2026 menjadi bagian penting dalam konsolidasi kekuatan olahraga daerah sekaligus tahapan strategis menuju PON mendatang.
Di sisi lain, Pemprov Jateng juga menyiapkan apresiasi bagi atlet berprestasi melalui pemberian tali asih pada 5 Maret 2026. Penghargaan itu diberikan kepada peraih medali pada ajang SEA Games Thailand, Popnas, dan Peparnas, sementara atlet peraih medali ASEAN Para Games akan menerima apresiasi pada tahap berikutnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan pemerintah provinsi yang telah dikunci, Jawa Tengah tak hanya bersiap menggelar pesta olahraga tingkat provinsi, tetapi juga menegaskan ambisinya tampil sebagai tuan rumah PON 2032. ***









