Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Longsor Kalialang Berjalan Maksimal

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Longsor Kalialang Berjalan Maksimal

SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota Semarang memastikan penanganan bencana tanah longsor di kawasan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, berjalan maksimal. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Selasa (5/5/2026) guna memastikan keselamatan warga dan proses penanganan berjalan cepat serta terkoordinasi.

Dalam kunjungannya, Agustina menyapa warga terdampak, mendengarkan keluhan mereka, sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Semarang.

“Yang paling penting saat ini warga dalam kondisi aman. Kami tidak ingin penanganan ini berlarut. Apa yang bisa dilakukan di tingkat kota, langsung kami kerjakan agar warga tidak harus menunggu,” ujarnya.

Sebanyak empat kepala keluarga (KK) atau 11 jiwa terdampak dalam peristiwa longsor tersebut. Warga telah diungsikan secara bertahap sejak awal Mei setelah kondisi tanah dinilai membahayakan permukiman mereka.

Pemkot Semarang juga memastikan bantuan logistik, akses air bersih, hingga lokasi pengungsian bagi warga terdampak tersedia dengan baik. Sejumlah perangkat daerah diterjunkan untuk memantau kondisi lapangan dan mempercepat penanganan.

Selain penanganan darurat, Pemkot Semarang mulai menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang guna mencegah longsor susulan. Upaya tersebut di antaranya melalui pembangunan talud dan bronjong di sejumlah titik rawan.

Koordinasi lintas instansi pun terus diperkuat, termasuk bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, mengingat lokasi longsor berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membutuhkan penanganan bersama.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, kebutuhan terpenuhi, dan ada kepastian bahwa penanganan ini terus berjalan,” kata Agustina.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi, mengatakan warga terdampak langsung dievakuasi setelah kondisi tanah semakin memburuk.

“Setelah kejadian itu, warga yang terdampak langsung kami ungsikan satu per satu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *