Beranda / REGIONAL / Haru Rohmiyati, Bertahun Tinggal di Rumah Tak Layak Kini Dapat Bantuan Rehab

Haru Rohmiyati, Bertahun Tinggal di Rumah Tak Layak Kini Dapat Bantuan Rehab

SEMARANG, obyektif.tv – Air mata haru tak terbendung dari wajah Rohmiyati (54), warga Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, saat menerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Baznas Provinsi Jawa Tengah. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, ia akhirnya memiliki harapan untuk hidup lebih layak bersama keluarganya.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Rohmiyati harus merawat suaminya yang menderita gagal ginjal dan menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan. Penghasilannya dari pekerjaan serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga memperbaiki rumah menjadi hal yang sulit diwujudkan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali. Terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur, Baznas, dan para muzakki. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Rohmiyati saat menghadiri Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Baznas Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Semarang, Rabu (13/5/2026).

Bagi Rohmiyati, bantuan tersebut bukan sekadar renovasi rumah, tetapi juga menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan aman.

Kisah Rohmiyati menjadi potret masih banyaknya masyarakat di Jawa Tengah yang membutuhkan hunian layak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Baznas terus berupaya membantu masyarakat melalui program rehab RTLH.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, program rehab RTLH tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga mengembalikan semangat dan martabat masyarakat penerima manfaat.

“Rumah ini membangun bukan hanya fisik. Ini simbol untuk merehab juga lingkungan di keluarga kita dan masyarakat kita,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Menurutnya, rumah layak huni menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Namun, ia menilai semangat kepedulian sosial dan gotong royong juga harus terus dijaga di lingkungan masyarakat.

“Kalau ada masalah, duduk bareng-bareng, langsung sambat, bantu. Ini yang penting,” ujarnya.

Pada Program Rehab RTLH Baznas Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Baznas Jateng menyalurkan bantuan kepada 111 penerima manfaat dengan total nilai Rp2.143.020.000.

Bantuan tersebut terdiri atas 104 penerima RTLH Tahap I Tahun 2026 senilai Rp2.015.600.000 dan tujuh penerima di luar BNBA Disperakim Provinsi Jawa Tengah senilai Rp127.420.000, yang meliputi enam penerima RTLH umum serta satu penerima bantuan jambanisasi umum.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan itu, backlog perumahan di Jawa Tengah hingga Triwulan I Tahun 2026 masih mencapai 1.051.656 unit. Sebanyak 762.064 unit di antaranya merupakan backlog kelayakan rumah, yakni rumah yang sudah ada tetapi belum memenuhi standar layak huni.

Gus Yasin meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, Baznas, CSR perusahaan, dan masyarakat, terus bergotong royong membantu penanganan rumah tidak layak huni di Jawa Tengah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *