SEMARANG, obyektif.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa pendidikan akhlak harus ditanamkan sejak usia dini melalui lembaga pendidikan, termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Hal itu disampaikan Gus Yasin saat memberikan sambutan sebagai perwakilan orang tua siswa dalam acara Pentas Seni, Akhirussanah, dan Khotmil Quran KB/TK Hj Isriati Baiturrahman I Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Sabtu (13/6/2026).
“Sejak dini harus ada pendidikan yang benar-benar mendirikan pendidikan yang berakhlak,” ujar Gus Yasin.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin hadir bersama istrinya, Hj Nawal Arafah Yasin, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Jawa Tengah.
Menurutnya, perkembangan globalisasi yang begitu cepat menuntut adanya benteng moral yang kuat bagi generasi muda. Ia menilai keimanan dan akhlak mulia menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Di tengah globalisasi saat ini, dinamika berkembang sangat cepat. Yang bisa menjadi benteng pertama adalah keimanan, sedangkan yang kedua adalah akhlak yang baik,” katanya.
Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan di berbagai jenjang dan mencetak sejumlah prestasi.
“Saya ucapkan terima kasih atas prestasi membanggakan pendidikan di Jawa Tengah, khususnya yang ada di Kota Semarang,” ujarnya.
Selain itu, ia mengapresiasi keberanian dan kemandirian para siswa yang tampil dalam berbagai pertunjukan seni.
“Kita patut bersyukur pagi hari ini bisa bersama-sama menyaksikan kekompakan dan keberanian putra-putri kita,” tambahnya.
Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman KH Ahmad Daroji menilai pentas seni tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua dalam membangun karakter anak.
“Semua memiliki tekad yang sama, yaitu membangun anak-anak menjadi generasi yang membanggakan serta menjadi anak yang saleh dan salihah,” tuturnya.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni. Kegiatan diawali atraksi drumband siswa TK yang membawakan sejumlah lagu daerah Jawa Tengah. Para siswa juga menampilkan drama teatrikal tentang perjalanan Ki Ageng Pandanaran dan Sunan Kalijaga sebagai tokoh penting dalam sejarah awal Kota Semarang dan penyebaran Islam di wilayah Jawa Tengah.
Dalam drama tersebut, putra bungsu Gus Yasin, Nabigh Taj Yasin Maimoen, berperan sebagai Sunan Kalijaga. Ia juga tampil membawakan pesan perpisahan berbahasa Arab bersama dua rekannya. Sementara itu, dua siswa lainnya menyampaikan pesan perpisahan dalam bahasa Jawa dan bahasa Inggris. ***









