JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.tv
INNALILLAHI wa inna ilaihi raji’un. Langit Kabupaten Kendal berselimut duka mendalam. Salah satu putra terbaik sekaligus ulama karismatik penyejuk umat, Drs Kiai Haji (KH) Asro’i Thohir MPdI telah berpulang ke rahmatullah, di usia 74 tahun, pada Senin (6/7/2026) pukul 03.00 dini hari di RSUD dr H Soewondo Kendal.

Kepergian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal ini menorehkan luka kehilangan yang menyayat hati, tidak hanya bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), melainkan bagi seluruh elemen masyarakat lintas organisasi di “Kota Santri”.

Sejak pagi buta, rumah duka di Kampung Sabranglor, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, telah dipadati ribuan pelayat yang datang dengan mata berkaca-kaca. Alur takziah mengalir tanpa putus, dihadiri oleh deretan tokoh agama dan pejabat penting.

Tampak hadir memberikan penghormatan terakhir, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi, Komandan Kodim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Sohali, dan Ketua PCNU Kabupaten Kendal KH Mukh Mustamsikin.

Tampak pula, dua mantan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dan Siti Nurmarkesi, serta mantan Ketua PCNU Kendal KH Moch Ali Hasan Umar.

Ketegasan Berbalut Kelembutan
Sepanjang hayatnya, KH Asro’i Thohir adalah personifikasi dari ketegasan yang dibalut kelembutan. Menantu dari ulama legendaris pengarang kitab keislaman, almarhum KH Ahmad Abdul Hamid ini, memegang simpul-simpul strategis umat.

Selain memimpin MUI Kendal, ia merupakan Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu, serta pernah mengemban amanah sebagai Ketua PCNU Kendal.

“Almarhum adalah sosok pemimpin yang selalu mampu menjaga kondusivitas, baik di tengah lembaga, organisasi, maupun masyarakat,” kenang KH Moch Ali Hasan Umar.

Kiprahnya melampaui sekat organisasi. Dalam setiap tradisi Syawalan Kaliwungu, lisan almarhum dengan runtut dan kaya literasi selalu mengisahkan sejarah para aulia serta perjalanan syiar Islam di Kendal—sebuah ikhtiar abadi dalam menjaga warisan nilai spiritual daerah.

Di bidang akademis, dedikasinya tertuang nyata sebagai dosen di Ma’had Aly Al Musyaffa’ demi mencetak generasi berakhlak mulia.

Penghormatan Terakhir untuk Sang Teladan
Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi, yang ikut menyalatkan jenazah, menyatakan bahwa wafatnya KH Asro’i Thohir adalah kehilangan besar bagi daerah.

“Atas nama Pemkab Kendal dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Beliau adalah sosok tegas, cerdas, dan teladan dalam membina umat serta menjaga kerukunan,” ujar Benny.

Nada duka yang sama disuarakan Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Sohali, yang mengawal prosesi hingga ke liang lahad. Ia menyebut almarhum sebagai figur luar biasa yang kaya literasi dan berwawasan luas.

“Semoga almarhum mendapatkan surga terbaik di sisi Allah SWT,” doa Dandim.
Selepas Asar, gelombang manusia mengantarkan keranda jenazah untuk disalatkan di Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu. Diiringi rintihan doa dan air mata ribuan pelayat, sang ulama karismatik akhirnya dihantarkan menuju peristirahatannya yang abadi di Pemakaman Desa Kutoharjo.

Selamat jalan, Kiai Asro’i Thohir. Warisan keteladanmu akan tetap hidup di hati umat.***






