Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Pak Rahman dan Kempling Semar Jadi Andalan Semarang Jaga Stabilitas Pangan

Pak Rahman dan Kempling Semar Jadi Andalan Semarang Jaga Stabilitas Pangan

SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota Semarang mengandalkan program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) serta Ketahanan Pangan Keliling Semarang (Kempling Semar) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Sepanjang 1 Januari hingga 21 Oktober 2026, kedua program tersebut telah menjangkau 908 titik dengan nilai transaksi mencapai Rp5,23 miliar.

Capaian itu disampaikan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional untuk memperingati Hari Pangan Sedunia di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Rabu (21/10/2026).

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin hadir mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti untuk meninjau kegiatan tersebut. Iswar juga mengikuti telekonferensi bersama Badan Pangan Nasional dan berdialog langsung dengan Gubernur Jawa Tengah.

Dalam dialog tersebut, Iswar menjelaskan bahwa Pak Rahman dan Kempling Semar menjadi langkah konkret pemerintah kota untuk mendekatkan bahan pangan terjangkau kepada masyarakat. Kedua program itu juga ditujukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pangan.

“Melalui arahan Ibu Wali Kota, kami terus mendekatkan akses pangan murah langsung ke tengah masyarakat. Program Pak Rahman dan Kempling Semar menjadi instrumen utama untuk memastikan pasokan pangan warga Kota Semarang selalu terjaga dan terjangkau,” ujar Iswar.

Sepanjang periode 1 Januari hingga 21 Oktober 2026, komoditas yang disalurkan melalui kedua program tersebut meliputi 122 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), 114 ton beras premium dan medium, serta 71.260 liter minyak goreng.

Selain itu, distribusi mencakup 26 ton telur ayam, 17 ton gula pasir, serta sembilan ton bawang merah dan bawang putih. Penyaluran berbagai komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pangan dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.

Pada pelaksanaan GPM Serentak Nasional, masyarakat dapat membeli satu ton beras SPHP, dua ton beras medium, 500 liter minyak goreng, 500 kilogram gula pasir, dan 500 kilogram telur ayam. Tersedia pula masing-masing 200 kilogram bawang merah dan bawang putih, sayuran segar, serta produk olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah kepada keluarga penerima manfaat serta sertifikat halal kepada 34 pelaku usaha Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

Pelaksanaan GPM mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, antara lain Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Perum BULOG Cabang Semarang, badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik petani (BUMP), distributor pangan, dan pelaku UMKM.

Melalui Pak Rahman dan Kempling Semar, Pemerintah Kota Semarang berupaya memastikan masyarakat lebih mudah memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Keberlanjutan kedua program tersebut diharapkan turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mendukung ketahanan pangan di Kota Semarang. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *