Beranda / LIFESTYLE / SENI BUDAYA / Refleksi Makna Indonesia Raya Lewat Lukisan Item De

Refleksi Makna Indonesia Raya Lewat Lukisan Item De

SEMARANG, obyektif.tv – Makna lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi refleksi utama dalam pameran lukisan karya Item De bertajuk Indonesia Bersatu, Bahagia, Abadi di Hall Dekase, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang, Sabtu (24/10/2026). Melalui 25 karya yang dipamerkan, pelukis yang akrab disapa Mbah Item tersebut menyampaikan kegelisahan sekaligus harapannya terhadap bangsa Indonesia.

Pameran yang diselenggarakan Konsorsium Kerja Budaya itu dibuka oleh jurnalis senior Bambang Sadono. Selain mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan, Bambang juga membeli salah satu lukisan Item De berjudul Eladalah.

Usai membuka pameran, Bambang berkeliling melihat karya-karya yang dipajang. Ia kemudian memilih Eladalah karena merasa lukisan tersebut sesuai dengan seleranya.

Bambang mengapresiasi pameran tersebut sebagai kegiatan kreatif yang memberi ruang bagi seniman untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat. Menurut dia, Item De telah lama berkecimpung di berbagai bidang kesenian, termasuk seni lukis, sehingga pameran ini menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan hasil karyanya kepada publik.

“Saya kenal Pak Item sudah lama sekali. Saya kira sudah waktunya dia memamerkan karya-karyanya,” ujar Bambang.

Jurnalis Senior yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Sadono.

Meski demikian, ia menilai penyelenggara pameran seni masih perlu memikirkan cara untuk menarik lebih banyak pengunjung. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung dan mendorong seniman lain untuk memamerkan karya mereka, termasuk Bambang Is dan sejumlah pelukis lainnya.

Sementara itu, Item De mengaku senang dapat memamerkan 25 lukisannya. Baginya, pameran ini bukan sekadar kesempatan untuk menunjukkan karya, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pemikiran tentang Indonesia melalui bahasa visual.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah lagu kebangsaan Indonesia Raya yang memiliki tiga stanza. Item menyayangkan kebiasaan menyanyikan lagu tersebut hanya dalam satu stanza, padahal menurutnya, keseluruhan lirik mengandung pesan yang penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berharap masyarakat dapat kembali mengenal dan menyanyikan Indonesia Raya secara utuh dalam tiga stanza.

Bagi Item, tema Indonesia Bersatu, Bahagia, Abadi merepresentasikan tiga harapan besar bagi bangsa. Persatuan menjadi landasan untuk meraih kemerdekaan, kebahagiaan menjadi tujuan kehidupan rakyat, sedangkan keabadian menggambarkan harapan agar Indonesia tetap berdiri dan terjaga sepanjang masa.

Ia juga mengaitkan makna tersebut dengan kekayaan alam Indonesia, mulai dari sawah, gunung, hingga lautan. Menurut dia, kekayaan yang dimiliki bangsa ini semestinya dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Indonesia Raya itu kaya raya. Sawah, gunung, lautan mengandung kekayaan yang begitu hebat. Namun, rasanya masyarakat masih belum semuanya bahagia,” ungkapnya.

Pelukis Item De di pameran tunggalnya.

Selain refleksi kebangsaan, karya-karya Item De juga menjadi saluran ekspresi personal. Ia menjelaskan, lukisan Eladalah yang dibeli Bambang Sadono merupakan ungkapan gejolak batin yang dituangkan melalui proses kreatif, tanpa tendensi tertentu.

“Lukisan ini gejolak jiwa saja, tanpa tendensi. Saya ingin melukis apa, itu keluar saja menjadi seperti ini sebagai ekspresi dari gejolak jiwa,” tuturnya.

Di sisi lain, Item menyoroti tantangan yang dihadapi para pelukis di Kota Semarang, terutama dalam memasarkan karya. Menurut dia, banyak seniman mampu menghasilkan karya, tetapi masih mengalami kesulitan dalam pengelolaan dan pemasaran.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian Bambang Sadono. Ia menilai, selain menyediakan ruang pamer, penyelenggara kegiatan seni perlu memikirkan strategi untuk menghadirkan penonton agar karya-karya seniman semakin dikenal masyarakat.

Sepanjang acara, pengunjung yang sebagian besar merupakan kerabat dan rekan Item dari berbagai kalangan pekerja seni memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi. Mereka berbincang sambil menikmati kopi, teh, dan kudapan. Sejumlah pengunjung juga menyumbangkan lagu, menambah suasana akrab di tengah pameran.

Melalui pameran ini, Item De berharap pesan tentang persatuan, kebahagiaan, dan keabadian Indonesia dapat direnungkan lebih jauh oleh masyarakat. Ia juga berharap semakin banyak ruang bagi para pelukis untuk berkarya sekaligus memperoleh dukungan dalam memperkenalkan dan memasarkan hasil karya mereka. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *