Beranda / EKBIZ / Jaga Loyalitas Konsumen, Polytron Bekali UMKM Strategi Repeat Order

Jaga Loyalitas Konsumen, Polytron Bekali UMKM Strategi Repeat Order

SEMARANG, obyektif.tv – Menjaga loyalitas konsumen menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner. Tidak cukup hanya menarik pelanggan baru, pelaku usaha juga perlu membangun hubungan yang baik agar konsumen kembali melakukan pembelian atau repeat order.

Untuk mendukung upaya tersebut, Polytron menggelar program UMKM Naik Level bareng Polytron di Semarang, Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM ini membahas strategi membangun hubungan pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendorong pembelian berulang.

Melalui workshop tersebut, pelaku usaha dibekali pemahaman mengenai pentingnya mengenali kebutuhan konsumen, mengelola data pelanggan, dan menyusun komunikasi pemasaran yang lebih personal.

Pemilik Moaci Gemini, Stefania Catharine, mengatakan masukan pelanggan dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.

“Keluhan pelanggan bukan sekadar kritik, tetapi juga masukan berharga bagi pelaku usaha untuk memahami kebutuhan dan ekspektasi konsumen. Dengan mendengarkan dan mengevaluasi setiap masukan, pelaku UMKM dapat mengetahui aspek yang perlu diperbaiki sehingga kualitas produk maupun layanan dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, memahami kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Ketika pelanggan merasa diperhatikan dan mendapatkan pelayanan yang baik, peluang mereka untuk kembali bertransaksi dapat meningkat.

Kelola Data Pelanggan untuk Mendorong Repeat Order

Strategi menjaga pelanggan agar kembali bertransaksi menjadi salah satu materi utama dalam workshop tersebut. Dalam sesi bertajuk Membangun Engine Repeat Order Bisnis Kuliner, Grace Amazia memaparkan pentingnya pengelolaan data pelanggan untuk mendukung pemasaran yang lebih terarah.

Pelaku usaha dapat mulai mengumpulkan data sederhana, seperti nama, nomor WhatsApp, tanggal lahir, menu favorit, dan riwayat transaksi terakhir. Informasi tersebut dapat membantu UMKM mengenali kebiasaan belanja serta preferensi konsumen.

Dengan data yang terorganisasi, pelaku usaha dapat menyusun penawaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Misalnya, memberikan promosi pada momen ulang tahun, menawarkan menu favorit, atau menghubungi kembali pelanggan yang sudah lama tidak melakukan pembelian.

Grace menjelaskan, pemanfaatan teknologi customer relationship management (CRM) dapat membantu pelaku UMKM mengelompokkan pelanggan, mencatat riwayat interaksi, dan menentukan strategi komunikasi berdasarkan karakteristik konsumen.

“Pengelolaan data pelanggan yang terstruktur membantu pelaku usaha memahami karakteristik dan kebutuhan konsumennya. Dengan memanfaatkan teknologi CRM, UMKM dapat mengelompokkan pelanggan, mencatat riwayat interaksi, dan menyusun komunikasi yang lebih relevan. Dengan begitu, hubungan dengan pelanggan dapat terjaga dan peluang terjadinya pembelian berulang pun semakin besar,” ujarnya.

Selain pengelolaan data, WhatsApp juga menjadi salah satu saluran yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan. Pesan promosi perlu disusun secara singkat, jelas, dan relevan agar informasi yang disampaikan tidak mengganggu konsumen.

Pelaku usaha juga perlu memperhatikan persetujuan pelanggan dalam menerima pesan promosi sehingga komunikasi dapat berlangsung secara lebih nyaman dan tepat sasaran.

Peserta Berlatih Menyusun Strategi Pelanggan

Untuk membantu peserta menerapkan materi, workshop dilengkapi dengan latihan praktis. Peserta berlatih menyusun basis data dan segmentasi pelanggan, membuat tiga contoh pesan WhatsApp untuk situasi berbeda, serta merancang rencana aksi selama tujuh hari.

Latihan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM mulai menerapkan strategi pembelian berulang sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis masing-masing.

Sebagai dukungan lanjutan, peserta juga mendapatkan informasi mengenai penawaran berlangganan Mekari Qontak secara gratis hingga enam bulan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Penawaran ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenal lebih jauh pemanfaatan teknologi CRM dalam pengelolaan hubungan pelanggan.

Riset Ungkap Tantangan Pengembangan UMKM

Selain memberikan pembekalan melalui workshop, Polytron bersama platform riset Populix memperkenalkan UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level di Semarang. Publikasi ini merangkum temuan riset lapangan mengenai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, termasuk dalam pengelolaan operasional dan pengembangan usaha.

Head of Public Communications Polytron, Vina Julita Wijaya, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan penjualan. Pelaku usaha juga perlu membangun sistem kerja yang teratur dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Hasil riset menunjukkan 80 persen pelaku UMKM merupakan perintis usaha. Sebanyak 57 persen termotivasi untuk memulai usaha karena ingin mandiri, sedangkan 46 persen melihat peluang pasar yang menjanjikan. Gen Z dan milenial mendominasi kelompok pelaku usaha dengan proporsi 65 persen.

Dari sisi pengelolaan bisnis, sebanyak 25 persen responden menghadapi kendala dalam penataan sistem dan standar operasional prosedur (SOP). Sementara itu, 48 persen pelaku UMKM masih mencatat transaksi secara manual.

Persoalan sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Sebanyak 35 persen responden menyebut manajemen SDM sebagai salah satu kendala usaha. Selain itu, 67 persen UMKM mikro hanya memiliki satu hingga dua karyawan yang harus menangani berbagai pekerjaan.

Riset tersebut juga mencatat 60 persen UMKM belum memiliki produk elektronik pendukung. Padahal, pelaku usaha yang telah menggunakan peralatan elektronik merasakan manfaat berupa peningkatan kecepatan pelayanan dan efisiensi penggunaan bahan baku.

Berdasarkan temuan itu, Polytron merumuskan empat pilar pengembangan UMKM, yakni konsep, sistem, aset, dan ekspansi. Keempatnya mencakup penguatan identitas usaha, pembenahan sistem kerja, pemilihan peralatan sesuai kebutuhan jangka panjang, serta pengembangan pasar dengan tetap menjaga keberlangsungan operasional.

Melalui program UMKM Naik Level bareng Polytron, perusahaan berharap pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan dalam memahami konsumen, mengelola hubungan pelanggan, dan memanfaatkan teknologi secara tepat guna.

Dengan strategi pemasaran yang lebih terarah dan hubungan pelanggan yang terjaga, UMKM diharapkan tidak hanya mampu menarik konsumen baru, tetapi juga meningkatkan peluang pembelian berulang untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *