JAKARTA, obyektif.tv – Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan berkemah bagi anggota Pramuka. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang untuk menempa karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat malam (14/8/2026). Dalam kunjungannya, ia menyapa sekaligus memberikan motivasi kepada kontingen Pramuka Jawa Tengah yang mengikuti Jamnas ke-XII.
“Adik-adik datang ke sini, dicetak untuk menjadi pemimpin saat pulang ke Jawa Tengah dan kabupaten/kota masing-masing,” kata Luthfi di hadapan peserta.
Menurut Luthfi, pendidikan kepramukaan harus mampu membentuk generasi muda yang mandiri, terampil, kreatif, memiliki motivasi, serta mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan.
“Kalian akan dididik bersikap mandiri, terampil, dan berinovasi atau punya daya kreasi, punya motivasi untuk membanggakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Ia juga meminta para peserta menunjukkan nilai-nilai kepramukaan melalui sikap, perilaku, tindakan, serta tutur kata selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kemampuan mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan, baik secara individu maupun kelompok, juga dinilai penting sebagai bekal ketika para peserta nantinya kembali ke daerah dan terjun ke tengah masyarakat.
Luthfi menambahkan, Jamnas menjadi momentum bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus mengenal keberagaman Indonesia melalui interaksi dengan Pramuka dari berbagai daerah.
“Adik-adik Pramuka Penggalang merupakan wakil atau duta-duta Provinsi Jawa Tengah. Ceritakan tentang Jawa Tengah, ceritakan kabupaten/kota, ceritakan daerah asal,” tegasnya.
Karena itu, para peserta diharapkan mampu membawa nama baik Jawa Tengah sekaligus memperkenalkan potensi dan keunggulan daerah masing-masing selama berada di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga berdialog dengan sejumlah Pramuka Penggalang. Ia menanyakan daerah asal dan potensi unggulan wilayah masing-masing. Suasana dialog berlangsung akrab. Luthfi turut memberikan pelukan kepada perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus, serta melayani permintaan foto bersama dan tanda tangan.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Slamet Budi Prayitno, mengatakan kontingen Jawa Tengah yang mengikuti Jamnas ke-XII berjumlah sekitar 1.488 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.208 Pramuka Penggalang tingkat SMP, 24 Pramuka Berkebutuhan Khusus, 68 Pimpinan Kontingen Cabang, 175 Pembina Pendamping, 12 Pimpinan Kontingen Daerah, dan satu dokter kontingen.
Budi mengatakan, para peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menjalani persiapan dan pelatihan selama tiga bulan sebelum diberangkatkan mengikuti Jamnas.
“Seperti disampaikan Gubernur, adik-adik Pramuka ini juga sebagai duta Jawa Tengah untuk memperkenalkan berbagai keunggulan yang ada,” katanya.
Menurut Budi, pendidikan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kecakapan hidup. Dua aspek yang menjadi perhatian adalah scouting skill dan life skill.
Scouting skill diarahkan untuk membangun karakter, kemampuan sosial, keterampilan, serta daya tahan peserta dalam menghadapi berbagai kondisi. Sementara life skill membekali mereka dengan kemampuan berpikir cerdas, kreatif, dan inovatif sebagai bekal menghadapi kehidupan.
Selain itu, pendidikan kepramukaan juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap tanah air dan memperkuat wawasan kebangsaan.
“Pramuka Penggalang sekarang akan menjadi pemimpin masa depan. Sangat penting adik-adik ini tidak lepas dari jati diri sebagai warga negara Indonesia,” ujar Budi.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak selalu berkaitan dengan jabatan formal. Kemampuan memimpin dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, termasuk kemampuan mengendalikan dan mengembangkan diri sendiri.
“Pemimpin itu tidak harus jadi pejabat publik atau negara, tapi bisa memimpin diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Bagi peserta, kehadiran langsung Gubernur Jawa Tengah menjadi penyemangat tersendiri. Alifah dan Ravi, perwakilan Pramuka Penggalang Kwarda Jateng, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kontingen Jawa Tengah dalam Jamnas yang digelar lima tahun sekali tersebut.
Keduanya juga mengaku semakin termotivasi setelah mendapat pesan langsung dari Ahmad Luthfi.
“Anak-anak Jawa Tengah ini pastinya hebat-hebat. Beliau memberikan semangat agar kami menjadi calon pemimpin masa depan,” ujar mereka.
Jamnas ke-XII diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman berkemah dan bertemu Pramuka dari berbagai daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, perluasan wawasan, penguatan keberanian, serta penanaman kemampuan kepemimpinan bagi generasi muda sebelum kembali dan berkontribusi di Jawa Tengah. ***










