Beranda / EKBIZ / Jateng Bersholawat, Sukses MTQ Nasional XXXI dan Dampak Ekonomi Rp1,3 Triliun Dirayakan

Jateng Bersholawat, Sukses MTQ Nasional XXXI dan Dampak Ekonomi Rp1,3 Triliun Dirayakan

SEMARANG, obyektif.tv – Gemuruh selawat ribuan jamaah memenuhi Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (23/9/2026) malam. Malam tasyakuran bertajuk “Jateng Bersholawat” tersebut menjadi momentum syukur atas suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 sekaligus capaian prestasi kafilah Jawa Tengah.

Dalam MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah mencatat lompatan prestasi dengan finis sebagai runner-up nasional. Jateng mengoleksi 208 poin, setelah pada MTQ sebelumnya berada di peringkat ke-16.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan alim ulama, masyarakat, pemerintah, serta unsur TNI-Polri.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-31 telah berlangsung sukses,” kata Ahmad Luthfi.

Menurut Luthfi, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi bagian dari sejarah yang dapat dirasakan bersama oleh masyarakat.

“Kita semuanya menjadi saksi sejarah. Termasuk saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain sukses sebagai tuan rumah, peningkatan prestasi kafilah menjadi salah satu catatan penting Jawa Tengah. Sebagai bentuk penghargaan, para kafilah Jateng yang meraih juara mendapatkan bisyarah dengan total Rp282 juta.

Bisyarah tersebut diserahkan Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, dan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno.

Gus Yasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama Jawa Tengah di tingkat nasional.

“Terima kasih sekali lagi kepada bapak dan adik-adik sekalian yang telah membawa prestasi Jawa Tengah,” kata Gus Yasin.

Menurutnya, keberhasilan MTQ Nasional XXXI tidak hanya diukur dari prestasi kafilah. Perhelatan nasional tersebut juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Gus Yasin mengatakan, MTQ Nasional XXXI menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat toleransi. Perhelatan tersebut juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya.

“Catatan penting adalah perhelatan MTQ ini juga memberikan dampak toleransi yang luar biasa. Bukan hanya umat Muslim saja yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat Jawa Tengah. Dampaknya luar biasa, dari segi ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Tercatat lebih dari 250 ribu pengunjung datang selama rangkaian MTQ Nasional XXXI. Kehadiran mereka turut menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari kuliner, oleh-oleh, perdagangan, transportasi hingga pariwisata.

Berdasarkan data yang disampaikan Gus Yasin, aktivitas selama penyelenggaraan MTQ menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 triliun.

“BPS mengatakan, ada Rp1,3 triliun selama perhelatan MTQ ini berjalan. Kalau Bu Agustin tadi bilang, kalau bisa MTQ-nya setiap hari. Jadi oleh-olehnya jalan, makanan minuman jalan. Ini luar biasa,” katanya.

Dampak ekonomi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian MTQ berakhir. Gus Yasin berharap para peserta dan tamu yang telah datang dapat kembali mengunjungi Jawa Tengah untuk berwisata dan menikmati berbagai destinasi.

“Harapannya, mereka sering kembali ke Jawa Tengah, berwisata di Jawa Tengah, menikmati kota-kota yang ada di Jawa Tengah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut terbantu,” ujarnya.

Di sisi lain, LPTQ Jawa Tengah memastikan keberhasilan pada MTQ Nasional XXXI menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan kafilah secara berkelanjutan.

Gus Yasin mengatakan, pembinaan akan kembali dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi Jawa Tengah pada MTQ berikutnya.

“Doakan para kafilah kami, ke depan MTQ kita semakin baik, semakin solid, dan kompak. Nanti ada pembinaan-pembinaan dimulai dari tingkat kabupaten/kota, sehingga biar tambah mantap,” katanya.

MTQ Nasional XXXI meninggalkan dua catatan penting bagi Jawa Tengah. Selain membawa kafilah naik dari peringkat ke-16 menjadi runner-up nasional dengan 208 poin, penyelenggaraan di Kota Semarang juga memberikan dampak ekonomi yang disebut mencapai sekitar Rp1,3 triliun. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *