Beranda / LIFESTYLE / SENI BUDAYA / Kendal Novelet Award (KNA) 2026: Menulis Novelet, Menjemput Kambing Etawa

Kendal Novelet Award (KNA) 2026: Menulis Novelet, Menjemput Kambing Etawa

JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | ​KENDAL | obyektif.tv

DENYUT literasi di Kabupaten Kendal kembali bergairah. Setelah sukses mengangkat genre cerita pendek pada tahun sebelumnya, sejumlah komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kini resmi meluncurkan ajang kompetisi mencipta manuskrip novelet bertajuk Kendal Novelet Award (KNA) 2026.

Penyerahan hadiah Seekor Kambing Betina Peranakan Etawa kepada Juara I Kendal Cerpen Award (KCA) 2025 Intan Tika Sari (Cerpenis asal Singorojo) di RuangvTerbuka Hijau (RTH) Kalireyeng, Kebondalem, Kendal. [Foto: Dok. Panitia KCA 2025]

​Ajang literasi bergengsi berbasis gotong royong ini digagas oleh kolaborasi empat ruang kreatif daerah: Sangkar Arah Pustaka (Kangkung), Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), Jarak Dekat Art Production (Kangkung), serta Komunitas Sastra Lerengmedini (KLM) Boja. Menariknya, para penyelenggara menyiapkan piala dan hadiah yang tak biasa untuk mengapresiasi para pemenang, yakni hewan ternak berupa seekor Kambing Betina Peranakan Etawa bagi peraih tempat tertinggi.

​Terbuka Lintas Generasi Tanpa Batas Usia

​Ketua Panitia KNA 2026 yang juga Koordinator Komunitas Lerengmedini (KLM) Anis Hidayati, menyampaikan bahwa sayembara ini diperuntukkan khusus bagi warga yang memiliki identitas resmi atau berdomisili di Kabupaten Kendal. Keabsahan domisili dapat dibuktikan melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Keterangan Domisili, maupun Kartu Pelajar bagi peserta dari kalangan siswa.

​Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang membatasi usia peserta maksimal 35 tahun, KNA 2026 membuka ruang seluas-luasnya tanpa batasan usia.

​“Untuk tahun ini, dalam penjaringan naskah peserta, tak kami batasi. Semua usia boleh ambil bagian. Remaja, dewasa, orang tua boleh ikut. Pelajar dan guru silakan,” tegas Anis dalam siaran persnya.

​Anis berharap keterbukaan ini dapat menjadi wadah inkubasi proses kreatif sastra bagi seluruh lapisan masyarakat Kendal. Hadiah unik berupa hewan ternak pun diharapkan mampu menjadi pelecut semangat yang memantik keberanian warga dalam unjuk karya.

​Syarat Naskah dan Tema Khas Lokalitas Kendal

​Sesuai dengan ketentuan panitia, setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu naskah. Karya tersebut harus dipastikan orisinal, belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku cetak, e-book, maupun platform digital apa pun, serta tidak sedang diikutkan dalam perlombaan serupa. Pengiriman naskah dilakukan melalui pos, diantar langsung, atau diunggah via posel ke alamat: kendalwedusaward@gmail.com.

​Poin krusial dalam KNA 2026 terletak pada penjelajahan tema yang bersumber langsung dari bumi Kendal, meliputi: Lokalitas sosial-budaya di Kabupaten Kendal; Legenda, sastra lisan, mitos, dan artefak Kendal; ​Peristiwa sejarah serta tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Kendal. ​“Inti temanya, Kendal,” ringkas Anis.

​Dari sisi teknis, panjang naskah novelet disyaratkan berkisar antara 7.500 hingga 17.500 kata (sekitar 60 hingga 150 halaman). Format naskah diketik pada kertas ukuran A4, spasi 1,5, menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 12. Batas akhir penerimaan naskah ditetapkan hingga 31 Oktober 2026. Rincian teknis lengkap dapat diakses melalui akun Instagram resmi para penyelenggara.

​Penilaian Independen dan Apresiasi Unik

​Proses penilaian akan dilangsungkan secara obyektif oleh dewan juri yang berlatar belakang sastrawan dan seniman profesional. Aspek penilaian mencakup kesesuaian tema, orisinalitas, kekuatan ide dan gagasan, struktur serta teknik bercerita, hingga gaya bahasa dan daya imajinasi. Pengumuman pemenang akan diselenggarakan bertepatan dengan Peringatan Bulan Bahasa dan Anugerah KNA 2026.

​Sebagai bentuk apresiasi swadaya, panitia merinci deretan hadiah bagi para pemenang: ​Juara I (Seekor kambing betina peranakan etawa, plakat, piagam penghargaan, paket buku, dan paket kain KendalTextile), ​Juara II (Seekor cempe/anak kambing, plakat, piagam penghargaan, paket buku, dan paket kain KendalTextile), dan ​Juara III (Sepasang ayam, plakat, piagam penghargaan, paket buku, dan paket kain KendalTextile). Apresiasi Dewan Juri (2 Naskah), masing-masing memperoleh seekor bebek, plakat, piagam penghargaan, dan paket buku.

​Konsistensi Gerakan Sastra Swadaya Sejak 2022

​Sayembara penulisan ini merupakan agenda tahunan yang terus dihidupkan secara konsisten sejak tahun 2022 melalui pendanaan swadaya masyarakat serta dukungan donatur yang tidak mengikat.

Jejak perkelanaan sastra di Kendal ini mencatatkan riwayat pemenang yang beragam dari berbagai kecamatan: ​2022 (Kendal Novel Award), dimenangi oleh Yozar F Amrullah (Cepiring); 2023 (Kendal Puisi Award), dimenangi oleh Wahyu Indah Puji Lestari (Kangkung); 2024 (Kendal Lakon Award), dimenangi oleh Very Khoerul Mizan (Sukorejo); dan ​2025 (Kendal Cerpen Award), dimenangi oleh Intan Tika Sari (Singorojo).

​Kehadiran Kendal Novelet Award 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat berkarya dan menjaga kebudayaan lokal di Kendal terus menyala, meretas batas usia melalui narasi dan daya cipta.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *