Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Semarang Dorong Perempuan Berdaya, Fokus pada Pangan, Pendidikan, dan Kesehatan

Semarang Dorong Perempuan Berdaya, Fokus pada Pangan, Pendidikan, dan Kesehatan

SEMARANG, obyektif.tv – Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia, tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga dalam kepemimpinan, ekonomi, hingga ketahanan pangan. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Perempuan Masa Depan Indonesia di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, Kamis (30/4/2026).

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai bahwa peluang perempuan di Indonesia sejatinya telah terbuka, namun belum sepenuhnya mencapai tujuan ideal. Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk memperluas ruang ekspresi dan pemberdayaan perempuan.

“Perempuan hari ini memiliki peluang besar, tetapi belum sepenuhnya sampai pada tujuan. Ini menjadi perhatian, khususnya bagi PDI Perjuangan, untuk terus memberikan ruang, semangat, sekaligus meningkatkan harga diri perempuan agar mampu mandiri dalam kehidupan keluarga maupun sosial,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan, dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Menurutnya, diversifikasi pangan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat.

“Melalui arahan partai, kami mendorong masyarakat mencari alternatif pangan pengganti beras yang bisa dibudidayakan sendiri di rumah. Ini langkah konkret agar kita tidak terjebak dalam potensi krisis pangan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, hadir sebagai narasumber bersama tiga tokoh perempuan inspiratif, yakni Bintang Puspayoga, Anne Avantie, serta Syanaz Nadya.

Dalam paparannya, Agustina menekankan pentingnya kesiapan individu perempuan sebagai fondasi pemberdayaan. Ia menilai keberanian untuk berkembang harus dimulai dari diri sendiri.

“Perempuan harus bertanya pada dirinya sendiri, apakah siap untuk maju dan membuka peluang. Jika masih diliputi keraguan, maka langkah itu tidak akan pernah terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan perempuan harus menghadirkan perspektif yang berpihak pada isu-isu mendasar, seperti pemberdayaan anak, pendidikan, kesehatan, dan pangan.

“Ketika perempuan menjadi pemimpin, kebijakan yang diambil harus memperhatikan kebutuhan perempuan dan anak. Empat hal ini menjadi fondasi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam konteks kekinian. Perempuan didorong tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak utama perubahan di berbagai sektor.

Usai kegiatan, Agustina menyampaikan pesan sederhana namun kuat bagi perempuan Indonesia.

“Semangat, terus berjuang, dan sekecil apa pun kesempatan, harus berani diambil,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *