CILACAP, obyektif.tv — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung hasil revitalisasi sekolah sekaligus pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Dalam peninjauan, Presiden memastikan perbaikan fasilitas pendidikan berjalan sesuai rencana. Ia menyebut, revitalisasi mencakup tujuh ruang kelas serta delapan fasilitas kamar mandi yang telah diperbaiki.
“Revitalisasi ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Prabowo di sela kunjungan.
Selain infrastruktur, Presiden juga meninjau pelaksanaan Program MBG. Ia menilai program tersebut berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa.
“Anak-anak menyampaikan langsung bahwa mereka menyukai program ini dan merasa terbantu, terutama dalam menghemat pengeluaran,” katanya.
Prabowo menegaskan, sektor pendidikan akan terus menjadi prioritas pemerintah karena memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan.
“Kita akan terus melakukan perbaikan. Sekolah sangat penting, dan pendidikan merupakan kunci kebangkitan bangsa,” tegasnya.
Ia juga memastikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan investasi di bidang pendidikan, baik dari sisi sarana prasarana maupun kualitas lulusan agar siap memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kunjungan Presiden menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di daerah.
“Beliau berkomitmen menambah fasilitas agar proses belajar mengajar semakin optimal,” ujar Luthfi.
Ia menjelaskan, revitalisasi di SMA Negeri 1 Cilacap memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,053 miliar pada 2025. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi tujuh ruang kelas dan pembangunan tiga paket toilet. Saat ini, fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh 1.274 siswa dan 98 tenaga pendidik.
Selain pembangunan fisik, pemerintah pusat juga memberikan dukungan transformasi digital berupa papan interaktif, laptop, dan perangkat penyimpanan data guna menunjang pembelajaran berbasis teknologi.
Berdasarkan data, di Kabupaten Cilacap terdapat 303 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 178 unit telah beroperasi dan sisanya dalam tahap persiapan. Program MBG di wilayah ini telah menyerap 8.667 tenaga kerja lokal dan menjangkau 485.083 penerima manfaat, mayoritas siswa.
Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, jumlah SPPG mencapai 4.374 unit, dengan 4.155 unit telah beroperasi. Secara keseluruhan, program MBG menyasar lebih dari 9 juta penerima manfaat, mulai dari siswa hingga ibu hamil dan balita.
Kunjungan ini menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas gizi generasi muda. ***










