SEMARANG, obyektif.tv – Momentum perayaan Iduladha 1447 Hijriah dinilai tidak hanya bermakna sebagai ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya keikhlasan dan semangat berbagi kepada sesama.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (27/5/2026). Menurutnya, nilai pengorbanan dan kepedulian sosial dalam Iduladha sejatinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam keseharian sebenarnya kita juga menjalani prinsip take and give. Iduladha menjadi momentum khusus untuk lebih fokus pada makna pengorbanan dan berbagi kepada sesama,” ujar Samuel.
Meski berasal dari latar belakang agama berbeda, Samuel menilai makna kurban tidak selalu diwujudkan melalui penyembelihan hewan. Menurutnya, setiap bentuk pengorbanan dan kepedulian yang dilakukan dengan tulus juga merupakan bagian dari semangat berkurban.
“Selama dilakukan dengan ketulusan dan niat berbagi, itu juga bagian dari kurban. Bentuknya tidak harus selalu hewan,” katanya.
Samuel juga menegaskan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengaku tidak melihat adanya batas dalam berpartisipasi dan mendukung perayaan keagamaan umat lain selama dilandasi rasa saling menghormati.
“Walaupun saya bukan Muslim, saya tidak merasa bahwa karena ini kegiatan agama Islam lalu saya tidak bisa berpartisipasi. Kita hidup di negara yang majemuk, sehingga menurut saya tidak ada masalah untuk ikut berbagi dan mendukung teman-teman Muslim,” ungkapnya.
Menurut Samuel, nilai utama Iduladha terletak pada keikhlasan untuk memberi dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun perbedaan lainnya. ***





