SEMARANG, obyektif.tv – Musisi reggae asal Jawa Tengah, Lookman Jawaica, mengajak para musisi untuk terus berkarya di tengah berkembangnya tren musik independen. Menurutnya, saat ini semakin banyak musisi yang memilih jalur indie dengan konsisten merilis karya-karya baru sebagai bentuk eksistensi sekaligus ekspresi bermusik.
Pernyataan tersebut disampaikan Lookman Jawaica saat sesi check sound sebelum tampil menghibur pengunjung Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang, Minggu (28/6/2026).
Menurut Lookman, perkembangan industri musik saat ini memberi ruang yang lebih luas bagi para musisi untuk berkarya secara mandiri tanpa harus bergantung pada label rekaman. Kondisi itu dimanfaatkan banyak band maupun solois untuk terus melahirkan lagu-lagu baru.
“Sekarang lebih cenderung pada berkarya semua. Teman-teman band dan saudara-saudara musisi sekarang lebih memilih jalur indie, terus mengeluarkan single demi single,” ujarnya.
Lookman sendiri telah menapaki perjalanan bermusik sejak sekitar 2006–2007. Kala itu ia memulai karier bersama sebuah grup berformat full band. Seiring berjalannya waktu dan kesibukan masing-masing personel, ia kemudian memutuskan melanjutkan perjalanan sebagai musisi solo, meski beberapa personel lama masih tetap mendukung penampilannya hingga sekarang.
“Awalnya kami full band. Karena perjalanan waktu dan kesibukan masing-masing, akhirnya saya memutuskan bersolo karier. Tetapi beberapa pemain lama masih tetap bersama saya sampai sekarang,” katanya.
Nama panggung “Lookman Jawaica” juga memiliki cerita tersendiri. “Lookman” merupakan plesetan dari nama aslinya, Lukman, sedangkan “Jawaica” menggambarkan identitasnya sebagai musisi asal Jawa yang mengusung musik reggae dengan nuansa Jamaika.
Dalam setiap penampilan, Lookman didukung oleh Sahili pada drum, Ifeng di perkusi, Agung pada bass, Hani memainkan saksofon, Iyan di keyboard, sementara dirinya mengisi gitar sekaligus vokal.
Tak hanya aktif tampil di berbagai panggung, Lookman juga terus menjaga produktivitasnya di jalur independen. Dalam waktu dekat ia berencana merilis single terbaru berjudul “Hujan Lalaian Hari”. Sebelumnya, sekitar dua bulan lalu, ia telah meluncurkan dua lagu, yakni “Mas Berto” dan “Penipu Negeri”.
Bagi Lookman, konsistensi menghasilkan karya merupakan kunci agar musisi tetap relevan di tengah perkembangan industri musik yang semakin dinamis. Ia berharap semakin banyak musisi, khususnya dari Jawa Tengah, berani memanfaatkan jalur independen untuk memperkenalkan karya-karya mereka kepada masyarakat luas. ***







