JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.tv
MENGINJAK usia ke-421 tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menggelar Sarasehan Hari Jadi di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Selasa (21/7/2026) pagi.

Mengusung tema “Bersinergi Membangun Daerah, Berinovasi Menyongsong Masa Depan”, perhelatan reflektif ini memadukan kepedulian sosial dengan penguatan visi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Suasana kehangatan mewarnai pembukaan acara saat 300 anak yatim piatu dari berbagai Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Kendal hadir memenuhi pendopo. Di antara mereka, terdapat 11 anak dari Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah, Bumi Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Rona bahagia terpancar ketika Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari–yang akrab disapa Mbak Tika, Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi Ke-421 Kabupaten Kendal Agus Dwi Lestari, serta Direktur Utama PT Indosiar Visual Mandiri sekaligus Ketua Umum Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV-Indosiar Komjen Polisi Purnawirawan Imam Sudjarwo menyerahkan bantuan secara simbolis berupa paket tas dan peralatan sekolah kepada 10 perwakilan anak yatim.

Tak sekadar santunan, YPP SCTV-Indosiar juga memberikan bantuan infrastruktur berupa pembangunan satu unit sumur bor di Kecamatan Patean.
“Bantuan sumur bor ini sebagai langkah penyediaan air bersih dan antisipasi kekeringan,” ujar Sekda Kendal Agus Dwi Lestari.

Dia menegaskan bahwa seluruh rangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-421 bertema “Melangkah Cepat Menuju Kendal Berdikari” ini dirancang agar kebermanfaatannya menyapa seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok.
Berbagai agenda turut menyemarakkan peringatan, mulai dari kegiatan keagamaan, sosial, budaya, Kendal Open Fair yang menampilkan pameran UMKM dan hiburan artis nasional, hingga Pesta Olahraga Masyarakat meliputi Kejuaraan Paralayang Cross Country di Curug Sewu serta Kejuaraan Karate Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Tika mengajak segenap elemen memperkuat sinergi demi mempercepat kemajuan daerah.
Meneladani rekam jejak Ki Tumenggung Bahurekso selaku Bupati pertama Kendal, Mbak Tika menekankan pentingnya nilai keberanian, pengabdian, dan keberpihakan kepada rakyat, yang disokong kontribusi aktif dari keluarga, pemuda, UMKM, hingga sektor pendidikan.

“Untuk itu, dalam sarasehan ini, Pemkab menghadirkan dua tokoh nasional asli kelahiran Kendal dari empat narasumber yang direncanakan,” kata Mbak Tika.
Dalam sarasehan yang dipandu oleh Irbansus Inspektorat Daerah Kendal Bayu Adhi Pamungkas, Imam Sudjarwo memaparkan materi “Mewujudkan Kendal Mendunia”, menyoroti posisi strategis Kendal di Jalur Pantura serta laju pertumbuhan ekonomi mencapai 7,9 persen—tertinggi di Jawa Tengah dan di atas rata-rata nasional.

“Semua itu bisa menjadi modal kuat mengangkat potensi lokal seperti budaya dan kuliner ke kancah global, agar Kendal lebih dikenal dan mengglobal, mendunia,” tandas Imam Sudjarwo.
Dia mencontohkan keberhasilan Indosiar menjadi stasiun televisi nomor satu di Indonesia, setelah berhasil mengangkat musik dangdut melalui Dangdut Academy sebagai program unggulannya hingga mendunia, yang mendominasi wilayah Asia.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum membawakan materi “Peran Baznas dalam Mewujudkan Kendal Sejahtera dan Berdikari”.
Dengan gaya komunikatif turun panggung mendekati audiens, ia menekankan pentingnya pengelolaan zakat dan sedekah secara profesional untuk memberdayakan ekonomi umat, sebagaimana keberhasilan yang telah terbukti di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Perpaduan nilai kepedulian, sejarah, dan visi strategis ini menjadi pemantik semangat masyarakat Kendal untuk terus melangkah mandiri dan mendunia.***









