JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | SEMARANG | obyektif.tv
SPIRIT anti-imperialisme dan komitmen menjaga kedaulatan bangsa mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Understanding Nationalism and Development in Iran”.
Forum yang diprakarsai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai PRIMA Jawa Tengah ini digelar di Rumah Po Han, kawasan bersejarah Kota Lama Semarang, pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi, sebagai pembicara utama.
Turut hadir mendampingi, Ketua DPW Partai PRIMA Jateng Bagas Ardianto Saputra serta Direktur Global Thinkers Institute (GTI) Muhammad Ma’ruf.
Di hadapan peserta yang terdiri atas kader partai, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat umum, Dubes Mohammad Boroujerdi memaparkan rekam jejak Iran dalam mempertahankan kedaulatan serta membangun kemandirian nasional di tengah tekanan geopolitik global.
Secara komunikatif, Boroujerdi mengulas kemajuan pesat Iran di sektor pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan teknologi, sembari menekankan krusialnya kerja sama antarbangsa atas dasar saling menghormati.
Ketua DPW Partai PRIMA Jateng Bagas Ardianto Saputra, menegaskan bahwa prinsip penolakan terhadap penjajahan memiliki pijakan kokoh dalam Pembukaan UUD 1945, yang berbunyi:
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Amanat konstitusi tersebut, menurut Bagas, menjadi dasar moral dan politik bagi Indonesia untuk menolak segala bentuk kolonialisme, menghormati kedaulatan negara lain, dan mendukung kemerdekaan setiap bangsa.
Sesi dialog berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta menggarisbawahi pentingnya hak setiap bangsa untuk menentukan arah pembangunannya tanpa intervensi asing.
Forum ini tidak hanya mempererat hubungan persahabatan Indonesia-Iran, tetapi juga menjadi momentum bagi DPW Partai PRIMA Jawa Tengah dalam mengukuhkan komitmen mendorong tatanan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.***









