Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Wali Kota Semarang Luncurkan GASPOL SONIK, Gerakan Satu Rumah Satu Biopori

Wali Kota Semarang Luncurkan GASPOL SONIK, Gerakan Satu Rumah Satu Biopori

SEMARANG,obyektif.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meluncurkan inovasi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga bertajuk GASPOL SONIK (Gerakan Satu Rumah Satu Biopori) pada kegiatan Gebyar Pesona Pudakpayung di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (26/7/2026).

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mengurangi timbulan sampah organik dari sumbernya sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sebagai langkah mitigasi genangan dan banjir.

Agustina mengatakan, melalui GASPOL SONIK, warga didorong mengelola sampah organik secara mandiri dengan memanfaatkan lubang biopori sebagai media pengomposan. Ia juga menegaskan bahwa praktik membakar sampah sudah tidak diperbolehkan.

“Hari ini kita meluncurkan inovasi program GASPOL SONIK, Gerakan Satu Rumah Satu Biopori untuk pengelolaan sampah organik. Sekarang sampah itu tidak boleh dibakar. Sampah organik harus dibuatkan lubang supaya nanti menjadi kompos,” ujar Agustina.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Dengan demikian, volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan, sementara limbah organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos.

Selain fokus pada pengelolaan lingkungan, Pemkot Semarang juga menyiapkan Pudakpayung sebagai kawasan percontohan budidaya hortikultura. Warga akan didorong menanam berbagai komoditas seperti cabai, tomat, dan terong dengan pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian.

Agustina berharap hasil budidaya tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Harapannya Pudakpayung menjadi pusat percontohan untuk tanam cabai bagi warga. Kalau saya beri benih cabai, ditanam tetapi harus sampai berbuah. Setelah itu hasilnya saya beli untuk Kempling Semar. Hasilnya nanti masuk ke kas RT,” katanya.

Dari sisi pelaksanaan program, Kelurahan Pudakpayung saat ini telah memiliki 90 titik biopori yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan 65 titik bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Ke depan, Pemkot Semarang menargetkan setiap RT memiliki sedikitnya lima titik biopori melalui pemanfaatan Bantuan Operasional RT. Dengan skema tersebut, jumlah biopori di Pudakpayung ditargetkan mencapai sekitar 750 titik pada 2027.

Peluncuran GASPOL SONIK menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Pesona Pudakpayung yang mengusung tema “PAYUNG MASSE” (Pudakpayung Maju, Aman, Sehat, Sejahtera). Berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari senam bersama, bazar UMKM RW I hingga RW XVI, pameran ecoprint, pelatihan bank sampah, hingga pertunjukan seni budaya lokal.

Pada kesempatan yang sama, Agustina juga meninjau destinasi wisata alam Kedung Boto yang mulai dikembangkan sebagai objek wisata baru di Kota Semarang. Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut menjadi potensi wisata alam yang dapat melengkapi destinasi yang telah ada.

“Ini kedung keempat yang kita buka. Ini akan jadi destinasi tambahan untuk Kota Semarang. Potensi wisata alam yang luar biasa, ternyata ada hidden gem,” pungkasnya. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *