SEMARANG, obyektif.tv – Semarang Night Carnival (SNC) 2026 kembali mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena. Ia menilai, ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi magnet wisata, tetapi juga memperlihatkan potensi besar ekonomi kreatif yang tumbuh dari kalangan generasi muda.
Samuel menyoroti kuatnya keterlibatan anak muda dalam penyelenggaraan karnaval, khususnya dalam proses kreatif pembuatan kostum. Para peserta, menurutnya, mampu menunjukkan kemandirian mulai dari tahap desain, pemilihan bahan, hingga produksi dan penampilan.
“Keterlibatan mereka sangat nyata. Dari merancang hingga menampilkan, semua dilakukan sendiri. Ini menunjukkan potensi besar ekonomi kreatif yang lahir dari kemandirian anak muda,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan SNC di kawasan Balai Kota hingga Simpang Lima, Sabtu (2/5/2026).
Ia menilai, SNC menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan. Karena itu, ia mendorong agar event semacam ini terus diperkuat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain itu, Samuel juga mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan dukungan lebih konkret, salah satunya melalui penyediaan ruang galeri bagi karya kostum karnaval. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperpanjang nilai ekonomi karya sekaligus menjadikannya bagian dari atraksi wisata kota.
“Kalau difasilitasi dengan baik, karya ini bisa memiliki umur panjang dan nilai ekonomi yang terus bergerak. Ini penting agar tidak berhenti setelah acara selesai,” katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa SNC juga memiliki dampak strategis bagi sektor pariwisata. Terlebih, event ini telah masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN), yang memperkuat posisinya sebagai agenda pariwisata unggulan tingkat nasional.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa SNC kini telah berkembang menjadi event bertaraf internasional dengan melibatkan peserta dari 28 negara.
“Kita bersyukur karena Semarang Night Carnival semakin diakui, bahkan diikuti peserta dari berbagai negara,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, SNC juga mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai penyelenggara karnaval dengan peserta mancanegara terbanyak, yakni 28 negara dari empat benua.
Dengan capaian tersebut, SNC tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah strategis dalam mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru, khususnya dari kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kota Semarang. ***










