Beranda / EKBIZ / EKRAF / Tak Cukup Copy-Paste, Karang Taruna Harus Inovatif Garap Event Pariwisata

Tak Cukup Copy-Paste, Karang Taruna Harus Inovatif Garap Event Pariwisata

SEMARANG, obyektif.tv – Kegiatan sosialisasi Strategi Penguatan Kapasitas Karang Taruna dalam Pengelolaan Event Pariwisata Daerah yang Inovatif dan Berkelanjutan digelar oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Hotel Getz, Selasa (28/4/2026). Forum ini menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadirkan konsep event yang kreatif, adaptif, dan berdampak ekonomi.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menilai selama ini gagasan yang diajukan Karang Taruna masih perlu ditingkatkan. Ia menyoroti kecenderungan proposal kegiatan yang belum menawarkan kebaruan, sehingga kurang mampu menarik perhatian publik.

“Konsep acara boleh sama, tetapi kemasannya harus berbeda. Jangan hanya copy-paste dari kebiasaan sebelumnya. Generasi muda seharusnya menghadirkan ide-ide segar sesuai dengan perkembangan audiens,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar penyusunan kegiatan tidak berangkat dari anggaran semata, melainkan dari konsep yang kuat. Menurutnya, pendekatan yang berfokus pada ide akan lebih membuka peluang kolaborasi pendanaan.

“Sering kali yang ditanyakan pertama adalah anggaran. Padahal seharusnya dimulai dari konsep. Kalau konsepnya kuat, pendanaan bisa dicari bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Samuel menilai keterlibatan Karang Taruna dalam event selama ini masih sebatas kepanitiaan, belum menyentuh aspek gagasan. Ia mendorong generasi muda untuk lebih aktif menyampaikan ide tanpa ragu.

Di sisi lain, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan elemen penting dalam ekosistem pariwisata berbasis masyarakat.

“Karang Taruna ada di setiap daerah dan paling memahami potensi lokal. Dari situlah ide dan konsep event bisa lahir. Pariwisata bukan hanya milik industri, tetapi juga masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak komunitas di daerah yang telah berhasil menyelenggarakan event berbasis budaya dan ekonomi kreatif dengan dukungan pemerintah daerah hingga kementerian. Kegiatan tersebut bahkan mampu berkembang dari skala kecil menjadi event besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengungkapkan bahwa pada 2026 terdapat tiga event di Kota Semarang yang masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN), yakni Semarang Night Carnival, Festival Kota Lama, dan Festival Cheng Ho.

“Semarang Night Carnival tahun ini akan digelar 2 Mei dan direncanakan diikuti peserta dari 25 negara. Ini menjadi jumlah terbanyak dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata. Pemerintah Kota Semarang pun menargetkan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai fokus utama pada 2027.

“Ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk Karang Taruna. Keterlibatan mereka sangat relevan untuk mendorong inovasi di bidang event,” tambahnya.

Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Semarang Utara, Rizky Eka, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai forum ini mampu mendorong pemuda untuk lebih aktif dalam kegiatan positif dan kreatif.

“Kegiatan ini sangat seru dan membuka wawasan kami. Harapannya ke depan, pemuda bisa lebih selektif dalam pergaulan dan terus berkarya,” katanya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap Karang Taruna tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga motor penggerak ide dan inovasi dalam pengembangan event pariwisata daerah yang berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *