KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan pengembangan kawasan wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening sebagai salah satu prioritas pembangunan pariwisata pada 2027. Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, pemerintah juga menyiapkan koridor baru Trans Jateng yang akan menghubungkan Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung guna memperkuat konektivitas antar destinasi wisata.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, Endro Wicaksa, mengatakan pembangunan Jawa Tengah pada 2027 akan difokuskan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kawasan strategis pariwisata Borobudur akan diperluas ke arah utara hingga Kopeng dan Rawa Pening agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata tidak hanya terpusat di satu destinasi.
“Kita ingin wisata Borobudur dikembangkan ke arah utara, yakni Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening. Kawasan ini akan kita dorong dari sisi infrastruktur, destinasi, maupun sumber daya manusianya,” ujar Endro, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan koridor wisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang selama ini umumnya hanya mengunjungi Borobudur melalui Yogyakarta. Dengan terhubungnya sejumlah destinasi unggulan, pergerakan wisatawan diharapkan semakin luas sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh daerah-daerah di sekitarnya.
Pemprov Jawa Tengah menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat menjadi sekitar 3,85 persen pada 2027.
“Kalau aktivitas pariwisata meningkat, otomatis hotel, restoran, dan sektor pendukung lainnya juga ikut berkembang. Dampaknya akan meningkatkan pendapatan daerah di kabupaten dan kota,” jelasnya.
Sebagai penunjang pengembangan kawasan wisata tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat aksesibilitas melalui pengembangan layanan Trans Jateng.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arif Jatmiko, mengatakan koridor baru Trans Jateng yang menghubungkan Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan dukungan 14 armada bus.
Saat ini, pemerintah masih menyempurnakan rute agar terintegrasi dengan angkutan kota maupun angkutan pedesaan sebagai feeder. Integrasi tersebut dilakukan agar layanan transportasi publik mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus memudahkan wisatawan mengakses berbagai destinasi di kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening tanpa mengganggu angkutan lokal yang telah beroperasi.
“Persiapan teknis, termasuk sosialisasi awal kepada masyarakat maupun perusahaan di sepanjang koridor, sudah mulai berjalan. Sosialisasi lebih mendalam akan dilakukan pada awal 2027,” kata Arif.
Selain koridor Magelang-Temanggung, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan pengembangan layanan Trans Jateng di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menilai pengembangan sektor pariwisata harus dibarengi peningkatan investasi agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Menurutnya, investasi di Jawa Tengah selama ini masih didominasi sektor industri pengolahan. Karena itu, sektor pariwisata perlu mendapat perhatian lebih untuk mendorong pembangunan akomodasi, transportasi, serta infrastruktur pendukung lainnya.
“Dengan dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata, kami berharap investor mulai mengalihkan investasinya ke sektor ini sehingga pertumbuhan ekonomi daerah semakin kuat,” ujar Andi. ***









