Beranda / OLAHRAGA / Digelar Tiga Hari, Kejuaraan Kendal Open 2026 Jadi Tonggak Kebangkitan Rugby Jawa Tengah

Digelar Tiga Hari, Kejuaraan Kendal Open 2026 Jadi Tonggak Kebangkitan Rugby Jawa Tengah

JURNALIS: Arif Suprayogi | EDITOR: Dwi NR​ | KENDAL | obyektif.tv

DERU semangat dan ambisi besar bergemuruh di Lapangan Desa Bebengan, Kecamatan Boja. Pengurus Cabang Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Kabupaten Kendal, berkolaborasi dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, resmi menabuh genderang Kejuaraan Rugby Kendal Open 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026.

​Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi panggung unjuk gigi bagi seluruh tim rugby dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Guna memastikan regenerasi atlet berjalan berkesinambungan, kejuaraan ini mempertandingkan enam kelas prestisius, yakni Kelas Usia (KU) KU-12 Putra, KU-12 Putri, KU-15 Putra, KU-15 Putri, KU-18 Putra, serta KU-18 Putri.

​Seremoni pembukaan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disporapar Kabupaten Kendal Zen Yukri Iswandaru. Turut hadir memperkuat sinergi ini, perwakilan PRUI Jawa Tengah, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kendal, jajaran Forkopimcam Boja, serta sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) yang memberikan dukungan penuh bagi terselenggaranya kejuaraan.

​Ketua Harian PRUI Kendal Agung Nugro, yang hadir mewakili Ketua Umum Rugby Kendal Mora Sandy Purwandono (yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Kendal), menegaskan misi besar di balik riuhnya kompetisi ini.

​”Kejuaraan open ini digelar selain untuk menjaring bibit-bibit atlet rugby, juga dalam rangka pembinaan para atlet rugby Kabupaten Kendal. Selain itu, tujuan utamanya adalah memopulerkan olahraga rugby kepada masyarakat luas, serta menjadi tonggak awal rugby di Kabupaten Kendal,” tegas Agung dalam sambutannya.

​Secara edukatif, Agung menjabarkan bahwa rugby merupakan olahraga yang sepintas mirip dengan sepakbola, namun memiliki karakteristik unik di mana bola berbentuk lonjong dan mengerucut di ujungnya—desain geometris yang dirancang khusus untuk memudahkan pemain menggenggam serta mengoper dengan tangan.

Di lapangan, setiap tim saling beradu strategi demi mencetak poin melalui aksi menendang, melempar, membawa, hingga mendaratkan bola melewati gawang atau garis belakang pertahanan lawan.

​Agung tidak menampik bahwa di Kendal, olahraga ini masih berjuang keluar dari bayang-bayang popularitas cabang olahraga lain.

“Di Kabupaten Kendal, olahraga rugby memang belum begitu populer. Melalui kejurkab, kami berharap olahraga ini bisa lebih dikenal luas dan diminati masyarakat,” harapnya.

​Gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Plt Sekretaris Disporapar Kendal Zen Yukri Iswandaru, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi taktis antara dinas dan Pengcab Rugby Kendal ini.

​”Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Desa Bebengan, Kecamatan Boja ini lebih diutamakan untuk pemassalan olahraga rugby, sekaligus guna meningkatkan prestasi khususnya olahraga rugby. Harapannya, kejuaraan berjalan lancar, dan sukses,” pungkas Zen Yukri, mewakili Kepala Disporapar Kendal.

​Melalui Kendal Open 2026, sebuah narasi baru sedang ditulis. Di atas rumput hijau Lapangan Desa Bebengan, langkah awal telah diderapkan untuk membawa rugby dari sekadar olahraga alternatif menjadi cabang prestasi yang membanggakan di masa depan.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *