Beranda / EKBIZ / Dilirik Bupati Tika, Egg Roll Kimzo Siap Tembus Alfamart

Dilirik Bupati Tika, Egg Roll Kimzo Siap Tembus Alfamart

KENDAL, obyektif.tv – Perjalanan panjang dan berliku mesti ditempuh oleh puluhan ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, demi menembus ketatnya dinding pasar ritel modern.

Berdasarkan data resmi, dari total 39.000 pelaku usaha yang tercatat mendayung roda ekonomi di daerah ini, baru 20 produk lokal yang berhasil melenggang dan mengisi ceruk pasar di jaringan minimarket raksasa Alfamart.

Realitas timpang inilah yang memicu kegelisahan sekaligus komitmen kuat dari Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari—atau yang akrab disapa Mbak Tika—untuk memotong jurang pemisah tersebut melalui akselerasi program pembinaan intensif.

​Titik terang dari komitmen birokrasi itu mewujud nyata bagi Nenny Krismiati, seorang pelaku UMKM tangguh asal Kaliwungu. Langkah kakinya ke Gedung Abdi Praja Setda Kabupaten Kendal pada Selasa (26/5/2026) berbuah manis. Kue Egg Roll “Kimzo” produksinya mendadak mencuri perhatian penuh dari sang Bupati.

Di sela-sela peninjauan produk pameran pada agenda Pelatihan Manajemen Ritel dan Kurasi Produk UMKM yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal, Mbak Tika tertambat pada keunikan dan potensi cita rasa kue kering gulung dalam kemasan kotak kaleng tersebut.

​Dalam dialog singkat namun sarat substansi dengan Bupati Tika, Nenny mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kurasi ini merupakan tonggak awal baginya dalam mengadu peruntungan di pasar ritel formal. Selama lima tahun merintis usaha, dapur produksinya hanya mengandalkan ekosistem pasar digital (online) serta lonjakan pesanan musiman menjelang Hari Raya Lebaran.

Dengan kapasitas produksi mandiri sebesar 10 kaleng per hari yang masih dapat digenjot sesuai volume pesanan, Nenny menaruh harapan besar pada proses kurasi ini. Meski ia mengakui, aspek kemasan (packaging) luar masih dipasok secara daring.

​”Saya sudah lima tahun menggeluti usaha ini dan baru kali pertama ikut seleksi semacam ini. Semoga bisa lolos,” harap Nenny dengan mata berbinar.

Pemilik jenama Kimzo Kitchen itu mengaku sangat senang dan tidak menduga bahwa produk kue egg roll miliknya yang dipajang dalam pameran mampu menarik perhatian khusus dari orang nomor satu di Kendal tersebut.

“Kalau untuk kemasannya memang saya masih ambil dari online, belum sendiri. Tapi kalau packing aman,” tandasnya mantap.

​Langkah taktis Pemerintah Kabupaten Kendal di bawah kepemimpinan Mbak Tika memang tidak main-main. Melalui stimulus pelatihan ini, pemerintah daerah mematok target ambisius namun realistis, yakni meloloskan sedikitnya 50 produk lokal baru ke dalam jaringan ritel modern sepanjang tahun ini.

Mbak Tika meyakini, secara kualitas dan determinasi, produk asli Kendal memiliki daya saing yang setara dengan produk dari daerah mapan lainnya.

​Guna meringankan beban operasional pelaku UMKM dan mendorong mereka “naik kelas”, Bupati juga menegaskan regulasi fiskal daerah yang sangat berpihak: UMKM dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun dibebaskan sepenuhnya dari pajak pendapatan.

“Yang omzetnya lebih dari Rp500 juta yang kami tarik pajak pendapatannya,” cetus Bupati Tika sembari memotivasi para peserta agar tidak mudah menyerah menghadapi ketatnya proses kurasi.

​Gayung bersambut, komitmen politik anggaran dan pembinaan ini diamankan secara teknis oleh Disdagkop UKM. Kepala Bidang UMKM Lytria Wandwiati, menerangkan bahwa pelatihan yang diikuti oleh 50 pelaku UMKM terpilih ini sengaja difokuskan pada dua fundamental utama: penataan visual kemasan (packaging) dan tata kelola keuangan internal.

Langkah intervensi ini diambil agar produk lokal tidak hanya unggul dari segi rasa, namun memiliki “daya pikat visual” dan kesiapan manajemen saat bersaing di rak komersial berskala modern.

​Di sisi lain, korporasi ritel menyambut baik ikhtiar ini dengan tangan terbuka namun tetap menjunjung tinggi profesionalisme bisnis.

Branch Manager Alfamart wilayah Semarang dan sekitarnya, Valentinus Daru Harjanto, menegaskan kesiapan pihaknya untuk membuka pintu lebar-lebar bagi produk lokal di 99 gerai Alfamart yang tersebar di wilayah Kendal.

Kendati demikian, ia mengingatkan adanya parameter seleksi ketat yang wajib dipenuhi, terutama menyangkut konsistensi mutu, kesesuaian standar harga, kepemilikan sertifikasi halal, serta kesiapan stok dan kontinuitas pasokan.

​Karpet merah komersial bahkan disiapkan lebih luas bagi produk yang benar-benar siap.

“Kalau lolos kurasi, kami bantu pasarkan produknya. Kalau sudah ACC manajemen, produknya juga bisa masuk ke 481 toko Alfamart di seluruh cabang Semarang,” tandas Daru.

Peluang emas ini kini berada di tangan para pelaku UMKM Kendal, membuktikan apakah produk rumahan seperti Egg Roll Kimzo mampu bertransformasi menjadi komoditas pasar nasional. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *