Beranda / REGIONAL / DEMAK / Gus Yasin Ajak Masyarakat Teladani Nilai Kebijaksanaan Mbah Moen

Gus Yasin Ajak Masyarakat Teladani Nilai Kebijaksanaan Mbah Moen

DEMAK, obyektif.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak masyarakat meneladani nilai kebijaksanaan yang diwariskan almarhum KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Peringatan Haul ke-7 KH Maimoen Zubair di Serambi Masjid Agung Demak, Selasa (19/5/2026) malam.

Dalam acara yang digelar Mutakhorrijin Mutakhorrijat Al Anwar (HIMMA) Kabupaten Demak tersebut, Gus Yasin menilai sosok Mbah Moen bukan hanya dikenal sebagai ulama kharismatik, tetapi juga figur yang mampu memberikan teladan tentang kebijaksanaan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Tokoh-tokoh seperti Mbah Maimoen bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga kebijaksanaan hidup. Itu yang membuat beliau begitu dicintai banyak kalangan,” ujar Gus Yasin.

Menurutnya, keteladanan para ulama dan tokoh masyarakat perlu terus dijaga di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat. Ia mengajak masyarakat untuk tetap dekat dengan sosok-sosok yang membawa pesan kebaikan, kedamaian, dan kemanusiaan.

“Ketika kita mencintai orang-orang baik dan dekat dengan mereka, mudah-mudahan kita juga mendapat keberkahan dari keteladanan yang mereka tinggalkan,” katanya.

Acara haul berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai daerah. Selain doa bersama dan pembacaan shalawat, kegiatan tersebut juga diisi tausiyah kebangsaan serta pesan-pesan sosial kemasyarakatan dari para tokoh agama.

Dalam sambutannya, Gus Yasin menekankan pentingnya menjaga rasa syukur dan kepedulian sosial melalui tindakan sederhana, seperti mempererat hubungan antarsesama, membantu masyarakat, dan terus memperbaiki diri.

Putra Mbah Moen itu juga mengenang ayahnya sebagai pribadi sederhana yang memiliki pandangan luas serta perhatian besar terhadap persoalan masyarakat. Banyak nasihat Mbah Moen, menurutnya, baru dipahami maknanya setelah dijalani dalam kehidupan nyata.

Ia berharap tradisi pengajian, haul, dan ruang silaturahmi masyarakat dapat terus menjadi sarana memperkuat persaudaraan serta menjaga nilai kebijaksanaan lintas generasi.

“Yang terpenting adalah bagaimana ilmu dan keteladanan itu bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sebagai informasi, KH Maimoen Zubair wafat pada 6 Agustus 2019 atau bertepatan dengan 5 Dzulhijjah 1440 Hijriah di Makkah, Arab Saudi. Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang tersebut hingga kini masih dikenang sebagai ulama kharismatik dan panutan masyarakat dari berbagai kalangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *