Beranda / REGIONAL / Jenguk Korban Atap Roboh di Sragen, Gus Yasin Tekankan Pemulihan Trauma Siswa

Jenguk Korban Atap Roboh di Sragen, Gus Yasin Tekankan Pemulihan Trauma Siswa

SRAGEN, onyektif.tv — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjenguk para korban robohnya atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, yang masih menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Kamis (14/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan pentingnya pemulihan trauma para siswa agar tetap semangat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar pascakejadian.

Di ruang perawatan, Gus Yasin menyapa para siswa satu per satu. Ia juga mengajak para korban berbincang santai dan sesekali melontarkan candaan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak.

“Masih berani sekolah to?” tanya Gus Yasin kepada salah satu siswa korban.

“Berani, Pak,” jawab Juna singkat.

Menurut Gus Yasin, pemulihan mental siswa menjadi perhatian utama selain penanganan medis terhadap korban luka.

“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik. Yang penting sekarang pemulihan traumanya, dan kami pastikan mereka tetap bisa sekolah lagi. Yang penting anak-anak tetap mau sekolah,” katanya.

Insiden robohnya atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Akibat kejadian tersebut, tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis. Hingga Kamis (14/5/2026), lima siswa masih dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, satu siswa menjalani perawatan di RSI Amal Sehat, sementara dua korban lainnya telah diperbolehkan pulang.

Selain menjenguk korban, Gus Yasin juga meninjau langsung kondisi bangunan sekolah yang roboh. Pecahan genteng tampak menutupi lantai kelas, sementara rangka kayu penyangga atap roboh dan kaca-kaca jendela pecah akibat tertimpa material bangunan.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Gus Yasin memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membantu percepatan perbaikan sekolah agar kegiatan belajar tidak terganggu terlalu lama.

“Hari ini saya asesmen apa saja yang dibutuhkan. Salah satunya meja untuk belajar. Insyaallah dari Dinas Pendidikan tinggal administrasi, langsung kita kirim saja. Pembelajaran kan tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan bantuan perbaikan senilai Rp50 juta melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Tidak hanya ruang kelas yang ambruk, tiga kelas dalam satu rangkaian bangunan juga akan diperbaiki sekaligus.

“Yang ambruk memang satu, tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Tidak usah berbelit-belit,” kata Gus Yasin.

Ia menilai kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pengecekan berkala terhadap bangunan sekolah, terutama kondisi kayu penyangga atap yang rawan lapuk dan terserang rayap.

“Tadi kita lihat ternyata banyak kayu yang sudah kena rayap. Ini memang perlu perhatian serius,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengatakan robohnya atap terjadi secara tiba-tiba saat proses pembelajaran berlangsung.

“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” katanya.

Ia menyebut, saat kejadian terdapat 12 siswa dan seorang guru di dalam kelas. Satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki dan telah menjalani operasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *