JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.tv
MENGAWALI rangkaian menuju Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) menggelar Malakah Sastra: Lokakarya Penulisan Naskah Lakon dan Lokakarya Keaktoran di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Ahad (2/8/2026).
Langkah strategis ini ditempuh guna memastikan festival tidak sekadar melahirkan pemenang, melainkan menempa generasi muda yang memiliki kompetensi serta pemahaman mendalam tentang seni pertunjukan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSK sekaligus Ketua Panitia Lukluk Atsmara Anjaina, menegaskan bahwa perhelatan perdana tahun ini didesain sebagai pembinaan berkesinambungan melalui tiga tahapan utama: pembinaan melalui lokakarya, kurasi karya, hingga pementasan para finalis. Menurutnya, festival ini diposisikan sebagai ruang belajar dan proses berkarya.
Pada tahap awal ini, peserta mendapatkan penggemblengan langsung dari seniman teater Kendal, Akhmad Sofyan Hadi, serta Daniel Exaudi Gultom, aktor dan sutradara yang aktif di Salatiga dan Yogyakarta.
Di Ruang Pertemuan, Akhmad Sofyan Hadi memfokuskan materi pada pembedahan ide kreatif—sebuah fondasi mahal dan krusial dalam penulisan drama.
“Saya dorong peserta untuk mengembangkan ide tersebut menjadi kerangka cerita hingga naskah utuh,” ujarnya.
Selaras dengan agenda penyelenggara, Sofyan Hadi mengungkapkan bahwa seluruh karya peserta nantinya akan dibukukan dalam kumpulan naskah drama.
Sementara itu, di Ruang Audio Visual, Daniel Gultom memaparkan dasar-dasar seni peran. Ia menekankan tiga prinsip utama keaktoran: memulai dalam keadaan sadar, berlatih secara serius dan konsisten, serta menjalani dengan sukacita.

“Namun perlu diingat, kemampuan akting menuntut proses latihan panjang, evaluasi, dan pendampingan berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi besar anak muda di Kendal,” ungkap Daniel.
Usai tahap pembinaan, kurasi video pementasan berbasis adaptasi karya-karya Sri Murtono dibuka untuk kelompok teater pelajar se-Jawa Tengah. Lima kelompok terbaik akan dipilih untuk tampil di panggung puncak.
Istimewanya, festival juga menyajikan pertunjukan khusus dari komunitas teater lokal Kendal hasil pembinaan Malakah Sastra.
Lebih jauh, festival ini menjadi wahana merevitalisasi sosio-historis Sri Murtono, tokoh teater nasional asal Kendal yang juga pendiri Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi) Yogyakarta.
Presiden PSK Bahrul Ulum A Malik, berharap agenda ini menjadi pemantik ekosistem seni pertunjukan di Kendal.
Puncak Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026 mendatang.***










