Beranda / OBYEKTRIP / Nostalgic Parahyangan Escape, Menikmati Jejak Sejarah Jalur Kereta Jakarta-Bandung

Nostalgic Parahyangan Escape, Menikmati Jejak Sejarah Jalur Kereta Jakarta-Bandung

BANDUNG, obyektif.tv – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) bersama Plataran Indonesia dan Whoosh meluncurkan paket wisata premium bertajuk Nostalgic Parahyangan Escape, sebuah program yang mengajak peserta menikmati jejak sejarah jalur kereta api Jakarta–Bandung melalui pengalaman perjalanan yang memadukan unsur heritage, budaya, dan transportasi modern.

Perjalanan perdana program ini digelar pada Sabtu (6/6/2026), menandai dimulainya kolaborasi tiga entitas tersebut dalam menghadirkan wisata berbasis kereta api yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga pengalaman mendalam mengenai sejarah perjalanan kereta di Indonesia.

Program ini terinspirasi dari kejayaan Kereta Parahyangan yang menjadi ikon perjalanan Jakarta–Bandung sejak 1971. Selain itu, perjalanan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jalur kereta api Jakarta–Bandung yang telah menghubungkan kedua kota sejak tahun 1884 dan menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi, sosial, serta budaya di Pulau Jawa.

Komisaris KAI Wisata, Yudhistira Amran Saleh, mengatakan Nostalgic Parahyangan Escape dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan melalui perpaduan perjalanan kereta premium dan cerita sejarah yang menyertainya.

“Melalui Kereta Panoramic Privat, para tamu dapat menikmati keindahan lanskap Jawa Barat sekaligus menyelami kisah sejarah jalur kereta api Jakarta–Bandung yang telah melahirkan banyak cerita dan kenangan selama lebih dari satu abad,” ujarnya.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Gambir, Jakarta, dengan menggunakan Kereta Panoramic Privat. Sebelum keberangkatan, peserta disambut di VIP Lounge KAI dan menikmati sajian light breakfast dari Teras by Plataran.

Sepanjang perjalanan menuju Bandung, peserta disuguhi panorama pegunungan, perbukitan, serta hamparan sawah khas Jawa Barat melalui jendela panoramik kereta. Pengalaman tersebut diperkaya dengan sesi guided storytelling yang mengulas sejarah pembangunan jalur kereta Jakarta–Bandung dan peran pentingnya dalam perkembangan transportasi nasional.

Setibanya di Bandung, peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah dan budaya yang menjadi bagian dari identitas kota tersebut. Rangkaian kunjungan meliputi Museum Gedung Sate, Villa Isola, Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung (ITB), serta tur kota menggunakan Bandros. Peserta juga menikmati santap siang di Plataran Bandung sembari mengeksplorasi Lorong Gallery Bandung.

Berbagai destinasi tersebut dipilih untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, arsitektur, pendidikan, dan ilmu pengetahuan yang berkembang di Kota Bandung. Melalui perjalanan ini, peserta tidak hanya menikmati wisata, tetapi juga memperoleh pemahaman lebih luas mengenai warisan budaya yang dimiliki Jawa Barat.

Perjalanan kemudian ditutup dengan pengalaman transportasi modern melalui Kereta Api Feeder menuju Padalarang yang dilanjutkan dengan Kereta Cepat Whoosh menuju Halim, Jakarta. Perpaduan moda transportasi ini menjadi simbol perjalanan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan perkeretaapian Indonesia.

Yudhistira mengatakan, program ini merupakan upaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bermakna dengan menjadikan kereta api sebagai bagian dari atraksi utama.

“Kami ingin menghadirkan sebuah narasi perjalanan yang menghubungkan sejarah, budaya, dan inovasi transportasi. Nostalgic Parahyangan Escape bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi pengalaman untuk menikmati kembali jejak sejarah jalur kereta Jakarta–Bandung,” katanya.

Program Nostalgic Parahyangan Escape akan diselenggarakan dua kali setiap bulan sepanjang 2026–2027 dengan tarif Rp1,5 juta per orang. Paket tersebut mencakup seluruh rangkaian perjalanan, mulai dari fasilitas VIP Lounge, perjalanan Kereta Panoramic Privat, konsumsi, tur budaya dan heritage di Bandung, hingga perjalanan kembali menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

Melalui program ini, KAI Wisata berharap dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis kereta api sekaligus memperkenalkan kembali sejarah panjang jalur Jakarta–Bandung kepada masyarakat melalui pengalaman perjalanan yang nyaman, edukatif, dan berkesan. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *