KENDAL, obyektif.tv – Komitmen membidik prestasi tertinggi di kancah olahraga nasional maupun internasional terus ditunjukkan secara konkret oleh jajaran kepengurusan cabang olahraga di Kabupaten Kendal. Guna melahirkan generasi baru pemegang tahta juara, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kendal, bersinergi erat dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), menggelar sebuah agenda strategis berskala intensif demi mendongkrak kualitas serta kapabilitas teknis para atlet daerah.
Langkah tak main-main tersebut diwujudkan dengan menghadirkan sosok ikonik olahraga panjat tebing, Aries Susanti Rahayu. Sang pemegang rekor dunia yang akrab dijuluki “Spiderwoman” ini hadir langsung sebagai narasumber utama dalam perhelatan Coaching Clinic Panjat Tebing bertajuk “Pengenalan Teknik Dasar untuk Calon Juara”. Agenda prestisius ini dipusatkan di Wisma Atlet yang berada di dalam kompleks Gedung Olahraga (GOR) Baru Kendal, Jawa Tengah, pada Ahad (7/6/2026).
Di hadapan puluhan pasang mata pelatih dan atlet muda yang memadati ruang pelatihan, Aries Susanti Rahayu membedah secara gamblang lembar demi lembar pengalaman empirisnya meniti tangga kompetisi hingga menduduki podium tertinggi dunia. Atlet legendaris kelahiran Grobogan yang saat ini mendedikasikan ilmunya sebagai pelatih di FPTI Kota Semarang tersebut menegaskan bahwa dinding vertikal tidak sekadar menuntut kekuatan fisik, melainkan sebuah ujian keteguhan mental.
“Kunci utama untuk menembus dominasi global terletak pada pengelolaan niat yang kokoh serta manifestasi disiplin yang bersifat total, absolut, dan sungguh-sungguh,”:ujarnya.
Aries memberikan sebuah diktum pembakar semangat bagi para calon juara yang sedang meretas jalan keprofesionalan mereka.
“Lakukan, ikuti prosesnya, dan nikmati hasilnya. Ketika fokus kita sudah sepenuhnya tertumpu pada panjat tebing, tidak ada ruang untuk setengah-setengah,” tandasnya.
Dalam pengamatannya, Aries memberikan penilaian objektif yang sangat positif terhadap geliat perkembangan olahraga panjat tebing di Kabupaten Kendal. Ia melihat adanya kurva progres yang terus menanjak secara signifikan. Indikator keberhasilan tersebut tecermin dari semakin tingginya animo generasi muda, bahkan ketertarikan tersebut telah merambah kuat sejak usia dini.
Melalui klinik pelatihan ini, Aries berharap cakrawala berpikir dan pemahaman metodologis para atlet Kendal dapat tereksplorasi lebih luas, sehingga mampu mengonversi potensi lokal menjadi prestasi regional, nasional, bahkan internasional.
“Prestasi di jalur olahraga merupakan sebuah investasi masa depan yang akan membuka lebar berbagai peluang di segala bidang kehidupan para atlet. Saya bisa kuliah hingga lulus juga berkat beasiswa prestasi di bidang olahraga yang saya tekuni ini,” ungkap Aries.

Arah kebijakan FPTI Kendal ini mendapat respons dan apresiasi yang sangat tinggi dari jajaran birokrasi daerah. Kepala Disporapar Kabupaten Kendal Achmad Ircham Chalid, yang hadir dan membuka acara secara resmi dengan didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disporapar sekaligus Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kabupaten Kendal, Zen Yukri Iswandaru serta Ketua Umum FPTI Kendal Ibnu Fikri, menyatakan bahwa inisiatif ini berada dalam satu garis lurus dengan visi besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Terutama, dalam akselerasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor keolahragaan.
Achmad Ircham Chalid menegaskan bahwa keputusan strategis mendatangkan Aries Susanti Rahayu adalah momentum berharga untuk menyuntikkan motivasi tingkat tinggi kepada para atlet lokal.
“Terlebih, rekam jejak panjat tebing Indonesia di panggung dunia telah diakui secara luas, di mana Aries menjadi salah satu episentrum pembuktiannya,” katanya.
Kemampuan luar biasa Aries Susanti Rahayu tercatat dengan tinta emas saat ia menyabet medali emas dan memecahkan rekor dunia nomor Women Speed dalam Kejuaraan International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup di Xiamen, China, pada tahun 2019 silam. Dalam laga final yang mendebarkan, Aries menundukkan dinding pemanjatan dengan catatan waktu fantastis 6,995 detik, menumbangkan rekor dunia sebelumnya milik rival sengitnya, Yiling Song asal China, yang mencatatkan waktu 7,101 detik. Dalam tekanan mental yang masif pada partai puncak tersebut, Yiling Song bahkan sempat terpeleset di awal rute dan hanya mampu finis dengan waktu 9,032 detik, sehingga harus merelakan tahta tertinggi dan puas dengan raihan medali perak.
Demi memastikan transfer wawasan berjalan secara komprehensif, simposium kepelatihan ini tidak hanya bertumpu pada figur Aries Susanti Rahayu belakangan. FPTI Kendal turut mengolaborasikan keahlian empat narasumber kompeten lainnya. Formasi pengajar ini dibagi ke dalam dua sesi materi yang mencakup ranah teoritis komparatif hingga aspek mekanis-operasional di lapangan.
Sesi Pertama, dipandu secara kolaboratif oleh Aries Susanti Rahayu bersama Aris Widyatmoko (FPTI Kota Semarang). Sesi ini mengupas tuntas materi hulu berupa “Pengenalan Dasar Panjat Tebing untuk Kategori Lead, Speed, dan Boulder”.
Sesi Kedua, menghadirkan panel ahli yang terdiri atas Mohamad Ghofur (FPTI Kota Semarang), Sugiyanto (FPTI Kabupaten Kendal), dan Dinnar Zahratussyita Shaffa (atlet andalan FPTI Kendal). Sesi ini membeberkan materi vital sektoral mengenai “Pengenalan Peralatan, Teknik Clipping (penyantelan tali), dan Teknik Belaying (pengamanan)”.
Kendati optimisme merekah sepanjang pelatihan, dinamika perkembangan prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari daya dukung fasilitas. Hal ini disuarakan secara lugas oleh Dinnar Zahratussyita Shaffa, atlet andalan Kabupaten Kendal yang dalam kesempatan ini juga bertindak sebagai narasumber teknis.
Dinnar menekankan bahwa kontinuitas dari kegiatan edukatif seperti klinik pelatihan ini wajib diimbangi dengan modernisasi sarana dan prasarana penunjang.
Secara khusus, Dinnar menitipkan harapan besar kepada Pemkab Kendal untuk memberikan dukungan konkret, baik dari segi stimulasi pendanaan maupun pengadaan venue berupa dinding panjat (climbing wall) baru yang memenuhi standar kompetisi mutakhir.
“Kita sama-sama tahu, satu-satunya fasilitas dinding pemanjatan yang dimiliki Daerah saat ini, yang terletak di halaman depan Stadion Utama Kebondalem Kendal, kondisinya sudah usang dan kurang representatif untuk menempa atlet menuju level kejuaraan modern,” tutur Dinnar.
Rangkaian agenda intensif yang berlangsung sejak pagi ini ditutup pada sore hari dengan sesi praktik langsung yang dipandu secara ketat oleh para narasumber. Di bawah pengawasan instruktur, para peserta melahap menu latihan yang meliputi metodologi Top Rope Climbing, pemahaman pergerakan fundamental (Basic Movement), hingga simulasi taktis Lead Climbing yang diakhiri dengan sesi evaluasi performa.
Seluruh rangkaian ditutup secara resmi dengan penyerahan sertifikat kompetensi pelatihan kepada peserta dan sesi foto bersama sebagai simbolisasi kebangkitan prestasi panjat tebing Kabupaten Kendal. ***










Satu Komentar
Jaya selalu panjat tebing kab kendal