SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota Semarang memperkuat penjangkauan warga yang membutuhkan perlindungan sosial dengan melibatkan pengurus RT dan RW sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Hingga saat ini, sebanyak 4.041 Agen Perlinsos telah terbentuk dan 8.675 keluarga telah didaftarkan melalui portal pendataan sosial.
Penguatan peran pengurus lingkungan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, serta 1.000 perwakilan ketua RT dan RW.
Agustina mengatakan, keterlibatan RT dan RW menjadi bagian penting dalam memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan akses terhadap layanan dan bantuan pemerintah. Kedekatan pengurus lingkungan dengan masyarakat dinilai dapat membantu mengidentifikasi kondisi keluarga, termasuk perubahan keadaan ekonomi yang memengaruhi kebutuhan perlindungan sosial.
“Pendataan yang akurat menjadi dasar agar perlindungan sosial dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Ketua RT dan RW memiliki peran penting karena mereka paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya. Karena itu, keterlibatan pengurus lingkungan perlu diperkuat agar tidak ada warga yang terlewat dari pendataan,” ujar Agustina.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga menekankan pentingnya keterlibatan pengurus RT dan RW dalam pemutakhiran data sosial. Menurutnya, kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis sehingga pendataan perlu diperbarui secara berkala agar tetap sesuai dengan keadaan di lapangan.
“Yang paling dekat dengan warga adalah para RT, para RW,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.
Selain memperkuat perlindungan sosial, Pemkot Semarang turut mendorong perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Semarang saat ini menampung 356 siswa, yang terdiri atas 86 siswa rintisan dan 270 siswa angkatan 2026.
Berlokasi di kawasan Purwosari, sekolah tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, asrama, aula, tempat ibadah, dan lapangan untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, termasuk mereka yang belum bersekolah atau putus sekolah. Melalui akses pendidikan yang lebih luas, program ini diharapkan dapat membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan Aira Putri Meiarti, siswi asal Tegalsari, Kota Semarang. Aira mengungkapkan kebahagiaannya dapat bersekolah di Sekolah Rakyat dan menyampaikan cita-citanya untuk menjadi guru taman kanak-kanak.
Penguatan Agen Perlinsos dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pendataan yang lebih akurat dan akses pendidikan yang terbuka, pemerintah berharap keluarga rentan memperoleh dukungan yang sesuai, sekaligus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik. ***







