KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan koordinasi antarunit donor darah (UDD). Komitmen tersebut dibuktikan dengan tingginya produksi darah yang mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit di wilayah Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat PMI Jawa Tengah, usai membuka Rapat Koordinasi Unit Pengelola Darah PMI se-Jawa Tengah di Hotel Wahid Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis-Jumat (4-5/6/2026).
“Alhamdulillah, ketersediaan darah di Jawa Tengah dapat terpenuhi. Jumlah produksi darah mencapai sekitar 17.000 kantong per bulan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari koordinasi yang baik di lingkungan PMI Jawa Tengah. Selain itu, PMI Jateng juga memiliki sinergi yang kuat dengan PMI di provinsi lain sehingga dapat saling membantu ketika terjadi kebutuhan darah di suatu daerah.
Gus Yasin menambahkan, tingginya serapan darah oleh rumah sakit menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan PMI terus meningkat.
“Serapan di Jawa Tengah juga bagus. Banyak rumah sakit yang meminta darah kepada PMI,” katanya.
Dalam sambutannya, Gus Yasin menekankan pentingnya mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap PMI sebagai salah satu pilar kesehatan dan kemanusiaan, terutama setelah masa pemulihan pascapandemi Covid-19.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2024 PMI se-Jawa Tengah mampu memproduksi rata-rata 63.318 kantong darah setiap bulan. Selain itu, tiga Unit Donor Darah PMI telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni UDD PMI Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas.
“PR kita masih ada di 35 kabupaten/kota. Mari ke depan kita tingkatkan lagi kualitas pelayanan dan pengelolaan darah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UDD PMI Provinsi Jawa Tengah, Okty Prahalanitya, mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan meningkatkan mutu pelayanan darah di seluruh UDD PMI kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi antar-UDD PMI kabupaten/kota se-Jawa Tengah,” ujarnya.
Melalui rakor tersebut, PMI Jawa Tengah berharap kualitas layanan donor darah semakin meningkat sehingga kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi secara aman, cepat, dan berkelanjutan. ***









