KENDAL, obyektif.tv – Suasana dingin dan sisa gerimis pasca-hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga petang tidak menyurutkan kekhidmatan warga Perumahan Kaliwungu Village, RT 4/RW 12, Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pada Ahad (17/5/2026) malam, sebuah momentum bersejarah bagi spiritualitas warga setempat ditandai melalui peresmian Musholla Ar Raudhah.
Gema sholawat dan iringan tetabuhan rebana yang rancak dari Grup Rebana As-Syukaro Kaliwungu membahana, menyambut kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Jabal Nur Kaliwungu, Kiai Haji (KH) Ali Nurudin. Tokoh agama yang akrab disapa Ustaz Ali tersebut hadir secara langsung untuk meresmikan mushola, sekaligus memberikan wejangan rohani di hadapan jamaah yang hadir.
Dalam mauidhah hasanah sekaligus sambutannya, Ustaz Ali menitipkan pesan mendalam agar keberadaan Musholla Ar Raudhah menjadi pemantik utama bagi warga untuk memperkokoh ibadah, terutama dalam menjaga shalat berjamaah. Beliau menegaskan bahwa shalat adalah amanat langsung dari Allah SWT yang membawa berkah masif bagi kehidupan manusia.
“Shalat merupakan amanat Allah. Bilamana amanat itu dilaksanakan, maka Allah akan memberikan kemudahan dan ribuan rahmat-Nya,” tutur Ustaz Ali berwibawa.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, kehadiran tempat ibadah baru ini diharapkan mampu mengokohkan sendi-sendi sosial warga, mendorong semangat gotong royong, serta menciptakan suasana guyub rukun dalam bingkai ketaatan kepada Sang Pencipta.
Ketua RT 4 sekaligus Ketua Takmir Sementara Musholla Ar Raudhah, Muhammad Kholid, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas selesainya proyek suci ini. Kehadiran mushola ini terbilang istimewa karena proses pembangunannya berjalan sangat akseleratif. Hanya memakan waktu berkisar lima bulan sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 24 Desember 2025 lalu, yang saat itu juga dipimpin oleh Ustaz Ali.
Secara historis dan finansial, bangunan Musholla Ar Raudhah yang berdiri di atas tanah fasum atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini merupakan wakaf dari Hj Uripah, warga Desa Krajankulon-Kaliwungu, yang secara khusus “dihadiahkan” untuk H Ali Amrun. Hingga momentum peresmiannya, 17 Mei 2026 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Zulhijjah 1447 Hijriah, pembangunan tempat ibadah megah ini telah menelan anggaran total mencapai kisaran Rp 500 juta.
Menariknya, denyut nadi ibadah di bangunan ini telah berdetak bahkan sebelum pita peresmian dipotong. Warga setempat dilaporkan telah langsung memanfaatkan mushola ini untuk melaksanakan shalat jamaah Maghrib dan Isya pada malam peresmian tersebut.
Nama “Ar Raudhah” sendiri diinisiasi langsung oleh Ustaz Ali. Memiliki arti filosofis “Taman Surga”, nama ini membawa doa dan harapan besar agar tempat ini benar-benar menjelma menjadi oase spiritualitas dan kedamaian bagi setiap warga masyarakat yang datang untuk memakmurkannya.
Ke depan, Muhammad Kholid menegaskan bahwa visi takmir tidak akan membatasi fungsi Musholla Ar Raudhah hanya sebagai tempat ritual ibadah mahdhah belaka.
“Kami berharap mushola ini tidak sebatas menjadi tempat ibadah melainkan juga sebagai pusat berkegiatan sosial, sehingga bisa terjalin ukhuwah islamiyah yang bermanfaat bagi pendidikan moral atau akhlak masyarakat sekitar,” urai Kholid optimis.
Acara peresmian yang berlangsung syahdu dan penuh berkah ini turut dikawal dan disaksikan oleh jajaran fungsionaris desa serta tokoh masyarakat setempat. Tampak hadir di lokasi acara: Kepala Desa (Kades) Krajankulon Abdul Latif, Lebe Desa Krajankulon Abdu Somad, Ketua RW 12 Sami’an; para Ketua RT dari RT 1, 2, dan 3, serta puluhan warga yang memadati area mushola dengan khusyuk hingga akhir acara. ***










