Beranda / REGIONAL / Nawal Yasin: Anak Butuh Pendampingan, Bukan Tekanan dari Ekspektasi Orang Tua

Nawal Yasin: Anak Butuh Pendampingan, Bukan Tekanan dari Ekspektasi Orang Tua

PEKALONGAN, obyektif.tv – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., mengingatkan para orang tua agar lebih mengedepankan pendampingan dalam proses tumbuh kembang anak, daripada membebani mereka dengan ekspektasi yang berlebihan.

Pesan tersebut disampaikan Nawal saat menjadi narasumber dalam kegiatan parenting di TK Ma’had Islam Kota Pekalongan, Senin (8/6/2026). Menurutnya, tekanan yang muncul akibat harapan orang tua yang terlalu tinggi dapat berdampak pada kesehatan mental anak dan menghambat perkembangan mereka.

“Kadang-kadang anak sebenarnya belum waktunya bisa membaca atau menulis. Tetapi karena melihat teman-temannya sudah bisa, orang tua kemudian terpicu untuk menekan anak agar mampu mengikuti,” kata Nawal.

Ia menjelaskan, banyak orang tua tanpa sadar membandingkan perkembangan anaknya dengan anak lain. Padahal, setiap anak memiliki tahapan tumbuh kembang yang berbeda dan membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan usianya.

Menurut Nawal, ekspektasi yang tidak terkendali sering kali memicu emosi orang tua ketika anak belum mampu memenuhi target yang diinginkan. Kondisi tersebut dapat membuat anak merasa tertekan dan berdampak pada kesehatan mentalnya.

“Akhirnya ekspektasi yang tinggi ini membuat kita mudah emosi. Anak terus didorong untuk cepat bisa, sementara mereka belum siap. Jika terus terjadi, anak bisa mengalami tekanan,” ujarnya.

Selain faktor pengasuhan, Nawal juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital. Kemajuan teknologi yang serba cepat membuat banyak kebutuhan dapat diperoleh secara instan, sehingga berpotensi memengaruhi daya juang dan ketangguhan generasi muda.

“Sekarang semuanya ada di genggaman. Mau apa tinggal klik. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan sesuatu. Ini menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” katanya.

Menjalankan tugas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Nawal menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kesehatan mental anak. Karena itu, pola pengasuhan yang positif perlu diterapkan sejak dini agar anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.

Ia menjelaskan, pada usia 0–6 tahun anak membutuhkan stimulasi dan layanan pendidikan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Memasuki usia 6–10 tahun, anak perlu dibiasakan dengan disiplin yang konsisten, sedangkan pada usia 11–15 tahun orang tua perlu lebih banyak berperan sebagai pendamping dan sahabat.

“Anak-anak tidak membutuhkan tekanan. Mereka membutuhkan pendampingan, dukungan, dan ruang untuk berkembang sesuai dengan tahap usianya,” tegas Nawal.

Melalui pola pengasuhan yang tepat dan kolaborasi antara keluarga, sekolah, serta lingkungan, Nawal berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara mental, berkarakter kuat, dan siap menghadapi perubahan zaman. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *