Beranda / EKBIZ / EKRAF / Semarang Perkuat Diplomasi Budaya, Gandeng Prancis Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Semarang Perkuat Diplomasi Budaya, Gandeng Prancis Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat posisi ibu kota Jawa Tengah sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penguatan kerja sama dengan Prancis di bidang kebudayaan, pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga pelestarian cagar budaya.

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, yang dilanjutkan dengan pembukaan pameran “Arthur Rimbaud: A Journey Through Java” di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Agustina menegaskan bahwa diplomasi antarkota tidak sekadar membangun hubungan kelembagaan, tetapi harus mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Menurutnya, Semarang memiliki modal sejarah, budaya, dan keberagaman yang menjadi kekuatan penting dalam membangun jejaring global. Karakter Semarang sebagai kota perjumpaan dinilai menjadi fondasi untuk memperluas kerja sama dengan berbagai negara.

“Kota Semarang sejak dahulu merupakan kota perjumpaan. Keterbukaan terhadap kolaborasi selalu melahirkan kemajuan. Karena itu, kerja sama dengan Prancis kami arahkan sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian warisan budaya Kota Semarang,” ujar Agustina.

Salah satu agenda yang tengah dipercepat adalah Program Residensi Penulis Semarang–Prancis. Program tersebut akan menghadirkan novelis internasional Louis-Philippe Dalembert ke Kota Semarang selama tiga bulan mulai September 2026.

Tidak berhenti pada kedatangan penulis asing, Pemkot Semarang juga menyiapkan pengiriman penulis asal Semarang untuk mengikuti program residensi sastra di Prancis. Skema tersebut dirancang sebagai bentuk pertukaran yang setara sekaligus membuka akses bagi penulis lokal untuk memperluas jejaring internasional.

Agustina berharap pertukaran tersebut mampu melahirkan karya sastra yang mengangkat perspektif Indonesia dan dapat dikenal di tingkat global.

“Kami ingin kerja sama ini berjalan dua arah. Pertukaran ini menghadirkan penulis dunia ke Kota Semarang sekaligus membuka jalan bagi penulis Indonesia untuk berkarya di Prancis. Kami berharap lahir karya-karya sastra dari sudut pandang anak bangsa yang dibaca masyarakat dunia,” katanya.

Selain bidang sastra, kerja sama Semarang dan Prancis juga diarahkan pada sejumlah sektor strategis lainnya. Di antaranya partisipasi Kota Semarang dalam Urban Sketchers Symposium 2027 di Prancis untuk mempromosikan kawasan Kota Lama, penguatan promosi wisata berbahasa Prancis, pelatihan pemandu wisata, penyelenggaraan festival film, serta pelestarian cagar budaya.

Menurut Agustina, berbagai program tersebut merupakan bagian dari strategi menjadikan kebudayaan dan kreativitas sebagai instrumen diplomasi sekaligus penggerak pembangunan kota.

Kehadiran pameran “Arthur Rimbaud: A Journey Through Java” di Lawang Sewu juga memiliki keterkaitan historis yang kuat. Penyair Prancis Arthur Rimbaud tercatat pernah singgah di Semarang pada 1876 sebelum melanjutkan perjalanan ke pedalaman Jawa.

Jejak perjalanan Rimbaud tersebut kemudian dihidupkan kembali melalui arsip sejarah dan narasi sastra dalam pameran. Bagi Pemkot Semarang, sejarah tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi baru antara Indonesia dan Prancis.

Agustina menilai warisan sejarah perlu diolah menjadi kekuatan untuk membangun masa depan kota. Diplomasi budaya, kata dia, dapat menjadi sarana memperkenalkan Semarang kepada masyarakat dunia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Diplomasi budaya menjadi sarana memperkenalkan Semarang kepada dunia, menarik wisatawan mancanegara, membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, sekaligus memperluas kesempatan generasi muda Semarang untuk berjejaring di tingkat internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan hubungan internasional Pemkot Semarang akan diarahkan pada kolaborasi yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Hubungan internasional ini berfokus pada pembukaan ruang kolaborasi global yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang,” pungkas Agustina. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *